Tulang Rangka, Otot, dan Ilmu Kesehatan, di dalam Ilmu Kesehatan/ Frame bone, muscle, and Health Sciences, at the Health Sciences FOR GENERAL MEDICINE

Tulang Rangka, Otot, dan Ilmu Kesehatan, di  dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

1) Ringkasan tentang Anatomi dan Faal Tulang Rangka

            Perlu dikemukakan tentang hal ini adalah guna tulang rangka. Kecuali untuk memberi bentuk pada tubuh, melindungi bagian dari tubuh yang lunak dan tempat perlekatan dari otot, tulang masih mempunyai satu fungsi lagi yang penting, yakni membuat sel darah. Hal ini terjadi dalam sumsum tulang yang ceper. Sumsum ini dapat dipengaruhi oleh beberapa hal. Pemakaian obat-obatan yang sewenang-wenang tanpa nasehat dokter misalnya, dapat merusak sumsum tulang, sehingga pembuatan sel darah terganggu. Misalnya saja tentang pemakaian obat sulfa. Hampir setiap orang pada dewasa ini tahu akan obat sulfa ini. Kalau sakit demam maka tanpa mempertimbangkan apakah itu memang obatnya dan apakah obat itu berbahaya atau tidak,  mereka makan obat itu. Bukan hanya obat sulfa saja yang dapat merusak, masih banyak lagi yang lain. Berdasarkan atas hal inilah maka Pemerintah membuat larangan tentang penjualan obat seperti itu, kecuali oleh apotek di mana pembelinya harus dilakukan dengan resep dokter. Sayang tentang hal ini masih banyak terdapat pelanggaran.

2) Faktor yang mempengaruh penulangan

Ø  Factor makanan. Dalam makanan harus terdapat vitamin D yang cukup untuk menjamin penulangan yang normal. Kecuali itu unsure yang diperlukan untuk membuat tulang harus cukup pula, yakni: unsure P dan Ca. hal tersebut di atas perlu sekali bagi bayi, karena pertumbuhannya pesat sekali.

Ø  Sikap. Hal ini penting sekali bagi anak kecil yang baru saja masuk sekolah. Ada yang waktu duduk membungkukan badannya, ada yang duduknya miring waktu membaca menulis dan sebagainya. Dalam hal ini, pak guru tentunya akan memberikan petunjuk yang baik. Kalau sikap yang salah sedari kecil berlangsung terus sampai bertahun-tahun, tentu kelak sukar mengubahnya. Penulangan dari tulang dada, panggul, dan sebagainya akan menurut sikap tersebut. Perhatikan saja tukang sepatu. Karena pekerjaannya memaksakan dia untuk mengambil sikap yang bungkuk, maka waktu berjalan pun punggungnya tetap bungkung pula. Tentu hal ini tidak terdapat pada semua tukang sepatu. Hal berdiri pun harus diperhatikan. Sikap berdiri yang betul adalah bila berat badan ditahan oleh kedua tangaki, sehingga panggulnya horizontal (mendatar0 dan garis berat tubuh vertical (tegak lurus) di atas pertengahan dari kedua kaki. Bila satu lutut dibengkokkan akan mengadakan perputaran dari tulang panggul. Dengan sendirinya tulang punggung juga akan bengkok ke samping. Anak kecil suka mengamil sikap berdiri begini. Dengan pengawasan yang baik dari gurunya, hal ini tentu tidak akan terjadi.

Ø  Pengaruh hormone. Kelenjar anak gondok adalah kelenjar yang juga mempunyai pengaruh pada pertulangan yang normal. Bila hormone yang dibuatnya terlalu banyak, makaakn terjadi gangguan penulangan, maka Ca akan hilang dari jaringan tulang dan menimbulkan perlunakan tulang. Keadaan seperti ini kadang erdapat pada orang yang telah dewawa. Untunglah hal seperti itu tidak banyak terdapat. Apa yang menyebabkan hal ini, hingga kini orang belum tahu benar.

3) Ringkasan tentang Faal otot. Kerja otot yang dapat disamakan dengan kerja suatu mesin. Untuk dapat bekerja, mesin harus dilengkapi dengan bahan bakar. Dalam hal ini mesin itu suatu mesin uap seperti lokomotif, bahan bakar biasanya arang. Mesin manusia, yakni otot, juga hrus dilengkapi dengan bahan bakar yakni makanan. Untuk bahan bakar itu adalah glikogen, suatu zat yang termasuk dalam golongan hidrat arang. Glikogen ini dibentuk dalam tubuh dari makanan yang sehari-hari kita makan. Mesin membutuhkan zat oksigen yang terdapat dalam udara. Otot pun demikian, tetapi zat oksigen di dapatnya dari dalam darah. Bahan bakar dan zat oksigen bersenyawa mengadakan proses yang disebut pembakaran. Sebagai hasil dari pembakaran itu adalah lepasnya energy (tenaga kerja), biasanya berupa 2 macam. Yang kita liha adalah mesin itu bekerja/ bergerak pada waktu yang bersamaan menjadi panas. Otot pun demikian, tetapi prosesnya tidak disebut pembakaran, melainkan disebut oksidasi. Yang kita lihat adalah  suatu pergerakan dari tubuh dan tubuh pun makin lama makin tinggi suhunya. Sudah brang tentu tidak seperti pada mesin panasnya. Api terang tidak terlihat (berapa derajat Celcius?). pada waktu pembakaran dalam mesin, akan terjadi zat sampah, yang berupa abu dan gas CO2 (gas asam arang). Abunya dkeluarkan mellaui lubang kecil yang khusus dibuat untuk mengeluarkannya.  Bila ada timbunan abu, maka pembakaran akan sukar. Gas asam arang keluarnya melalui suatu cerobong. Zat sampah seperti itu terjadi pula dalam otot, yakni asam susu dan gas asam  arang juga. Asam susu dan gas asam arang ini dikeluarkan melalui aliran darah. Bila terjadi timbunan asam susu dalam otot, artinya pengeluaran asam itu dari otot ke dalam darah tiidak lancar jalannya, maka terjadi gangguan dalam kerja otot itu. Hal inilah yang mengakibatkan perasaan lelah, penat, atau jemu. Jadi lelah adalah suatu keadaan dari tubuh yang disebabkan oleh karena dalam otot terdapat timbunan asam susu yang berlebihan.

4) Pengaruh olahraga terhadap tubu. Bila olahraga dilakukan menurut system yang tertentu dan teratur, tentu akan membawa manfaat yang baik pula. Pengaruh langsung terjadi pada tubuh adalah:

Ø  Pernafasan menjadi lebih cepat. Dalam keadaan biasa orang bernafas kurang lebih 16 kali dalam 1 menit. Waktu berolah raga, pernafasannya menjadi lebih cepat. Hal ini disebabkan karena untuk kerja otot dibutuhkan lebih banyak zat oksigen dan pengeluaran gas asam arang yang terjadi dalam otot harus berlangsung lebih cepat.

Ø  Aliran darah lebih cepat. Denyut jantung dalam keadaan normal adalah 70-80 kali dalam 1 menit. Bila berolah raga, denyutan lebih cepat, jadi aliran darah akan lebih cepat. Hal ini perlu, karena pengiriman glikogen dan zat oksigen ke otot harus lebih cepat dan untuk mengeluarkan asam susu dan gas asam arang.

Ø  Mengeluarkan keringat. Kerja otot akan menghasilkan naiknya suhu tubuh dari tubuh. Untuk merendahkan suhu ini, maka keringat dikeluarkan dengan cara penguapan keringat tersebut pada permukaan kulit. Bila penguapan itu terjadi cepat dan banyak, hingga menurunnya suhu tubuh terlalu cepat, maka hal tersebut dapat menimbulkan keadaan yang kurang menyenangkan, seperti: pilek, bronchitis, dan lain-lain. Segera setelah orang banyak mengeluarkan keringat, baiknya terus mengenakan baju yang hangat seperti jaket dan lain-lain.

Ø  Tubuh menjadi besar. Bila olah raga dilakukan secara teratur pada waktu tertentu, maka otot makin lama makin besar. Bila hanya sebagian saja dari otot yang digunakan terus menerus, maka pertumbuhan tidak harmonis. Hal ini sering dapat kita lihat pada orang hanya suka main halter, ringen, rechtsok saja. Tubuh bagian atas besar, tetapi tungkainya kecil. Hal ini terdapat juga pada tukang sampan. Untuk mencegah timbulnya dis harmonis dalam pertumbuhan otot itu, perlu sekali melakukan olah raga yang tidak menyebelahsaja. Yang baik sekali bagi dasar untuk memula dalam suatu cabang olah  raga adalah atletik.

Kecuali pengaruh yang langsung, olah raga juga merupakan suatu hiburan dan selingan. Tubuh menjadi sehat, ketangkasan bertambah, reflex tidak lambat, kecuali hal tersebut olah raga mempunyai pengaruh yang baik terhadap kejiwaan pelajar. Pelajar yang turut dalam suatu perlombaan atau pertandingan, sedikit banyak mempunyai rasa tanggung jawab atas baik buruk regunya, jadi tim spirit ada, dispilin ada, dan lain-lain.

5) Bahaya Overtraining. Yang harus dijaga dalam olah raga adalah overtraining. Pada umumnya jantung seorang sportman lebih kuat daripada orang yang tak berolah raga. Tetapi bila berlatihnya terlalu banyak, maka hal tersebut dapat merusak jantung. Dari prestasi yang dicapai oleh orang itu dpat diketahui, bahwa bukan makin maju prestasinya, tetapi makin mundur. Pada mulanya jantung memang menjadi kuat. Tetapi bila jantung it uterus menerus dipaksakan untuk bekerja keras maka akibatnya adalah laju jantung: jantung membesar, lebih besar dari ukuran normal. Gejalanya adalah: orang itu menjadi lekas penat, sering sesak nafas, kadang daerah jantung merasa nyeri. Dalam kondisi seperti ini tidak ada nesehat yang lebih baik daripada menyuruh orang itu pergi ke dokter untuk pemeriksaan yang teliti, lebih tentang jantungnya. Maka pengobatan yang paling baik adalah: istirahat beberapa bulan lamanya. Kalau waktu ini belum cukup, tentu akan diperpanjang lagi. Melanggar peraturan ini berarti bahaya dan tidak dapat berolahraga untuk selama-lamanya. Laju jantung yang disebabkan olahraga jarang terjadi. Hal seperti ini kadang terdapat pada atlit yang dihinggapi nafsu untuk menang atau nafsu untuk lebih unggul dari rekan lainnya, tanpa memperhatikan keadaan tubuh dan lupa akan tujuan olahraga semula. Hal ini biasanya karena latihan tanpa pimpinan coac yang ahli dan tanpa pengawasan dokter. Selama olahraga dilakukan oleh pelajar sebagai alat untuk mencapai kondisi tubuh yang baik, maka olahraga masih merupakan alat yang baik. Prestasi yang baik didapat karena latihan yang sistematis dan teratur, di bawah pimpinan coach yang ahli, dengan memperhatikan sungguh tentang nilai makanan dan istirahat. Sering kita lihat, bahwa para atlit 2-3 bulan sebelum pertandingan pelatih terus menerus tiap hari. Selesai perlombaan, maka tidak pernah menginjak lapangan hijau lagi. Cara berlatih beginilah yang tidak dapat membawa hasil yang memuaskan. Semoga penjelasan yang serba singkat ini tidak mengecilkan hati pelajar yang gemar akan olahraga. Olahraga yang diberikan di sekolah tidak akan sampai menjadi overtraining, karena hanya hanya 2 jam dalam seminggu dan di bawah pimpinan guru olahraga yang berwenang.

6)  Syarat bila sungguh-sungguh ingin berolahraga. Bila betul ingin berolahraga, maka perlu diperhatikan syarat sebagai berikut:

Ø  Pergilah dahulu ke dokter untuk memeriksa apakah jantung, paru-paru, ginjal, dan lain-lain alat tubuhmu baik, kalau ada sesuatu yang tidak sehat, tentu olahraga akan berakibat buruk bagimu. Hal ini perlu sekali dikerjakan, bila akan turut sesuatu perlombaan besar, seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) dan lain-lain. Orang yang baru sembuh dari penyakit tbc paru-paru misalnya dilarang oleh dokter turut olahraga yang berat-berat, seperti sepak bola, lari 100 meter, dan lain-lain. Dengan olahraga seperti penyakitnya mungkin sekali akan kambuh lagi. Maksud dan tujuan olahraga baik, tetapi dalam hal ini terang akan membinasakan manusia. Pada orang tersebut dapat dianjurkan olahraga yang ringan sekali seperti jalan-jalan.

Ø  Perhatikan makanan. Tanpa makanan yang nilainya tinggi, prestasi yang baik tidak akan tercapai, bahkan mungkin sekali tubuh menjadi  besar. Ingat saja tubuh yang dipaksankan untuk jera keras membutuhkan makanan yang baik pula.

Ø  Istirahat yang cukup

Ø  Tempat berolahraga harus memenuhi syarat, udara bersih, lapangan luas, dan lain-lain. Sudah barang tetnu masih banya yang dapat dikemukakan. Hal ini adalah menjadi bagian dari sport hygiene.

7) Setelah berolahraga, tidak boleh segera mandi. Setelah berolahraga, maka tubuh masih penuh dengan keringat. Suhu tubuh masih agak tinggi dan aliran darah masih agak cepat. Bila segera mandi, maka tubuh akan mengalami perubahan yang sekonyong-konyong, yakni dari panas kedinginan. Karena dingin ini maka pembuluh darah dalam kurit akan segera menguncup. Terjadilah gangguan dalam keseimbangan aliran darah. Bila tubuh tidak kuat, maka mungkin orang itu akan jatuh pingsan. Oleh karena itu sebaiknya tunggulah dahulu barang ½-1 jam hingga keringat tidak keluar lagi dan suhu tubuh sudah normal kembali seperti waktu sebelum olahraga. Pada akhir ini ada aliran lain tentang hal ini. Setelah olahraga selesai segera mereka mandi di bawah “douche” (pancaran air). Dan ternyata bahwa pemuda yang melakukan ini tak emganali gangguan apapun, bahkan tubuhnya kuat dan sehat. Memang tubuh kita adalah suatu “kompleks mesin” yang daya suainya besar sekali. (Aanpassingsvermogen). Bagi mereka yang sudah terlatih dan daya suai sudah besar, dengan mudah terjun dalam kolam renang yang dingin airnya tanpa mengalami gangguan. Tetapi mereka yang belum terlatih, mungkin sekali akan kejang (krampen dan …. Tenggelam)

8) Setelah makan kenyang, tidak boleh olahraga. Jawabnya kurang lebih sama seperti nomor 7. Setelah amakn kenyang, maka banyaklah darah menuju ke usus (pencernaan makanan!) bila keadaan seperti itu orang berolahraga, maka darah yang banyak terdapat di daerah usus seolah-olah dipaksakan berpindah ke otot yang diperlukan untuk gerak tubuh. Setelah makan siang, tunggulah barang 3-4 jam, kemudian dapat memulai dengan olahraga yang disukai, hal ini juga berlaku bila akan berenang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar