Air dan Ilmu Kesehatan, di dalam Ilmu Kesehatan/ Water and Health Sciences, at the Health Sciences FOR GENERAL MEDICINE


Air dan Ilmu Kesehatan, di dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

            Dalam Ilmu Kesehatan air memegang peranan yang amat penting. Air minum, air untuk masak, air untuk mencuci alat makanan, air untuk mandi, harus memenuhi syarat tertentu. Di kota yang sudah ada saluran air minum (water leiding), masala air tidak menjadi sukar, tetapi di kota kecil dan di kampung yang tidak bersaluran air minum air merupakan hal yang penting. Hal ini berhubungan erat sekali dengan kesehatan rakyat yang hidup di tempat itu.

1) Syarat air minum, yakni:

Ø  Harus jernih, tak berwarna, tak berbau, tak mempunyai rasa apapun (tak asin, tak manis, tak pahit, tak getir), jadi harus betul-betul dan harus memberikan rasa segar.

Ø  Tidak boleh mengandung zat yang dapat membahayakan kesehatan, umpamanya: tembaga, seng, dan lain-lain racun, pada umumnya air minum, air muka bumi dan air sumber tidak mengandung zat tersebut.

Ø  Tidak boleh mengandung benih penyakit (misalnya basil typhus, basic dysentrie, dan lain-lain) jadi air itu harus steril (steril: suci hama: tidak mengadung hama penyakit apapun).

2) Cara melakukan steril pada air, yakni:

Ø  Menggodok atau mendidihkan air, sehingga semua kuman mati. Cara ini membutuhkan waktu yang lama dan tidak apat dilakukan secara besar-besaran.

Ø  Dengan menggunakan zat kimia seperti gas chloor, kaporit, dan lain-lain. Cara ini dapat dilakukan secara besar-besaran, cepat, dan murah.

3) Mengubah air sungai hingga menjadi air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Setelah mengalami beberapa pengolahan tertentu, air sungai biasnaya bercampur dengan lmpur halus, dapat menjadi air minum yang betul memenuhi syarat kesehatan. Di bawah ini akan dibentangkan penyelidikan yang amat berharga dan bermanfaat dari Laboratorium Ilmu Kesehatan Teknik di Bandung dan Laboratorium Umum di Yogyakarta.

Alat yang diperlukan adalah:

Ø  Zat kimia: tawas, kaporit, bubuk batu kapur. Zat ini dapat dibeli pada tiap Jawatan Kesehatan Kabupaten.

Ø  Arang batok kelapa

Ø  Batu kerikil dan pasir yang sudah dibersihkan dari kotoran

Ø  Drum tempat air, alat pengaduk, dan sendok. Drum tempat air, di bagian dalamnya dilapisi dengan aspal.

Bacalah keterangan di bawah ini dengan cermat

Ø  Drun “A” yang isinya 100 liter diisi dengan air sungai hampir penuh sampai 5-10 cm di bawah pinggirannya. Semua keran harus ditutup.

Ø  Setelah drum terisi, masukkan ke dalam ½ sendok the kaporit, kemudian aduklah 5 menit lamanya.

Ø  Kemudian ambillah 2 sendok tawas. Larutkanlah zat ini dengan sedikit air dalam gelas, lalu masukkan larutan tawas ini ke dalam drum tadi. Aduklah kurang lebih 3 menit lamanyas ampai obat itu larut sama sekali dan sampai tampak kepingan lumpur.

Ø  Sesudah itu masukkan 1 sendok makan bubuk batu kapur ke dalam drum “A”. aduklah dengan cepat beberapa menit lamanya, kemudian pengadukan dilakukan perlahan-lahan sampai keeping lumpur menjadi besar sekali. Ini akan tampak jelas dalam 5-10 menit.

Ø  Kemudian biarkan air itu ½ jam lamanya sampa semua keeping lumpur mengendap dan bagian atas dari air jernih kelihatannya.

Ø  Setelah itu bukalah keran yang 5-10 cm tingginya dari dasar drum. Air akan keluar dan jatuh ke dalam saringan gelas atau piring kecil supaya pasirnya tidak berlubang dan supaya air yang disaring tetap jernih. Air yang pertama keluar dari saring pasir tentu agak keruh. Ini harus dibuang sampai didapatkan air yang warnanya jernih.

Ø  Setelah di dapat air saringan yang jernih dan tak berwarna, periksalah tentang bau chlor.

(a) bila baunya tidak terlalu keras air itu dapat diminm

(b) bila air itu sama sekali tidak berbau chlor, tambahkanlah ½ sendok the kaporit ke dalam drum atau ke dalam bak saringan. Tetapi sebelum dimasukkan, supaya kaporit ini dilarutkan dahulu dengan air sedikit dalam gelas.

(c) bila saringan itu berbau chloor terlalu keras, maka air ini harus dialirkan melalui saringan arang batok kelapa. Air yang keluar dari saringan ini tidak lagi mengadung chlor, dan dapat diminum. Arang batok kelapa dapat mengikat chlor, sehingga baunya hilang. Kecuali chlor dapat membunuh penyakit yang terdapat dalam air. Bila tidak ada kaporitm air yang keluar itu harus direbus dahulu sebelum diminum.

            Keterangan tersebut di atas adalah pengolahan air sungai dalam drum yang isinya 100 liter. Bagaimanakah hal bila air yang akan diolah hanya sedikit saja? Pada dasarnya semua persis sama dengan apa yang dilakukan di atas, hanya ukurannya tentu lebih kecil.

            Untuk tiap blek air dari 20 liter (blek minyak tanah), pemberian obat adalah sebagai berikut:

Ø  ¼ gram kaporit

Ø  2 gram tawas putih

Ø  2 gram bubuk batu kapur

Untuk tiap blek air dari 20 liter (blek minyak tanah), diperlukan obat-obat:

Ø  ½ sendok the kaporit (3/4 gram)

Ø  2 sendok the penuh tawas putih (6 gram)

Ø  2 sendok the penuh bubuk batu kapur (6 gram)

Aduklah perlahan-lahan selama 5 menit dalam 1 jurusan, kemudian biarkan mengendap 20 menit lamanya, lalu saringlah. Bilamana air yang sudah mengalami pengolahan masih juga berwarna dan mengandung zat yang mengganggu, maka baiknya mintalah nasehat atau keterangan dari Laboratorium Kesehatan Teknik Bandung atau Laboratorium Umum di Yogyakarta. Air untuk mandi, air untuk mencuci, masak dan air untuk lain keperluan sebaiknya pun memenuhi syarat seperti untuk air minum. Air minum yang sudah memenuhi syarat kesehatan sudah barang tentu harus disimpan dalam tempat yang bersih pula dan diberi bertutup.

4)  Macam-macam saringan air. Ada bermacam saringan air, antara lain adalah: saringan Chaimberland, saringan Berkefeld dan saringan Seitz. Pada dasarnya menyaring air minum secara kecil-kecil dengan alat adalah berdasarkan proses ilmu alam yakni adsorbs. Pada saringan yang pertama digunakan lilin porselin, pada yang kedua lilin tanah infusoria dan pada yang ketiga digunakan asbes.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar