Nilai Makanan, di dalam Ilmu Kesehatan/ Value of food, in the Health Sciences FOR GENERAL MEDICINE

Nilai Makanan, di dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

            Untuk menyatakan banyaknya makanan, maka nilai makanan zat tersebut dinyatakan dengan kalori. Pada pembakaran 1 gram zat telur terjadi 4 kalori, 1 gram zat hidrat arang 4 kalori dan pada pembakaran 1 gram zat lemak 9 kalori. Dalam sehari orang yang bekerja sedang membutuhkan makanan yang nilai makanannya kurang lebih 2500 kalori. Sudah barang tentu bilangan ini pukul ratanya saja. Dalam hal ini kalori yang dibutuhkan tergangunt pada: macam pekerjaan, umur, jenis kelamin

Keterangan:

Ø  Kuli yang bekerja di pelabuhan misalnya membutuhkan kalori yang banyak sekali, yakni sampai 4000-5000 kalori sehari. Karena bekerja keras, makannya pun istimewa banyaknya. Lain halnya dengan orang yang ringan pekerjaannya, kalori yang dibutuhkan tidak seberapa banyak, lebih bagi orang yang sedang beristirahat. Kalori yang dibutuhkan orang ini kurang lebih 1500 kalori.

Ø  Anak umur 4 tahun tak berapa banyak makannya jika dibandingkan dengan orang yang berumur 21 tahun, jadi kalori yang dibutuhkan oleh anak itu kurang daripada yang dibutuhkan oleh orang dewasa. Tetapi bila kita hitung kebutuhan kalori per kilogram berat tubuh, tak demikian halnya. Pada penyelidikan ternyata, bahwa makin muda orang itu makin banyak pula kalori yang dibtuhkan, bila dihitung per kilogram berat tubuhnya. Pada anak yang baru lahir sampai umur 1 tahun membutuhkan kurang lebih 100 kalori per kilogram berat, jadi kalau bayi beratnya 3 kilogram, maka ia membutuhkan 3x100 kalori sehari. Anak umur 14 tahun membutuhkan kurang lebih 40 kalori per kilogram berat. Bila berat anak itu 35 kilogram, maka dia membutuhkan 35x40 kalori=1400 kalori sehari. Makin tua orang itu, makin kurang jumlah kalori yang dibutuhkan. Anaka yang masih dalam masa pertumbuhan, membutuhkan kalori banyak

Ø  Pada umumnya orang laki-laki lebih banyak memerlukan kalori daripada orang perempuan, karena orang laki-laki biasanya lebih banyak bergerak.

Sudah cukuplah bila kita perhatikan jumlah kalorinya saja? Tentu tidak! Masih banyak factor lain yang harus diperhatikan. Jumlah kalori dapat kita peroleh dari zat lemak saja, misalnya kita ambil saja 300 gram zat lemak, maka akan terdapat 300x9 kalori=2700 kalori. Jumlah betul sudah terpenuhi, tetapi kita tentu tidak dapat hidup. Demikian pula bila kita hanya mengambil hidrat arang saja atau zat telur saja. Jadi dalam memilih zat makanan sehari-hari tak boleh memperhatikan jumlah kalorinya saja, tetapi perbandingan antara zat telur, zat lemak dan hidrat arang pun harus diperhitungkan pula. Perbandingan yang baik antara zat tersebut di atas adalah sebagai berikut: kalori zat telur:10-15%, kalori zat lemak:10-45%, kalori  hidrat arang:45-60%. Perbandingan antara zat makana pokok dapat disusuna sbagai berikut. Hidrat arang diambil 4-5 kali lebih banyak daripada lemak.

Contoh:

Ø  75 gram zat telur: 75x4 kalori= 300 kalori

Ø  80 gram zat lemak: 80x 9 kalori= 720 kalori

Ø  400 gram hidrat arang: 400x4 kalori-1600 kalori

Ø  Jumlah: 2620 kalori

Sudah barang tentu penyusunan zat makana tidak dapat tepat atau tidak perlu seperti yang tersebut di atas. Contoh ini hanya sebagai pedoman saja

Bila kekurangan zat telur

            Jika dalam zat makanan kurang sekali zat telur, maka plasmadarah pun akan kekurangan zat telur plasma (albumi, globulin, fibrinogen), ini akan melintas dinding kapiler masuk ke dalam jaringan sel. Orang yang mengalami itu akan bengkak tubuhnya, lebih di bagian tungkai, kadang perut menjadi busung. Keadaan seperti ini disebut busung air  (oedeem), yang disebabkan karena kekurangna zat telur. Pada umumnya bila orang cukup makannya dan nilai makanan cukup tinggi, lagi pula tidak banyak bekerja, maka orang itu akan menjadi gemuk. jika orang makannya kurang, maka orang itu akan kurus. Bila ada hal yang lain daripada ini, tentu ada kelainan dalam tubuhnya. Walaupun nilai makanan tinggi, tetapi bila pencernaan makanan tidak baik, maka makanan yang diserap oleh usus hanya sedikit saja, maka akibatnya orang itu kurus. Ada suatu penyakit yang disebut hyperthyreoidie. Pada penyakit ini pembuatan hormone thyroxine oleh kelenjar gondok di aearh leher terlalu banyak, lebih dari normal. Gejalanya dengan singkat adalah: orang itu makannya banyak, banyak mengeluarkan keringat, dalam segala hal mau tergesa saja, sering marah. Sekalipun banyak, tubuhnya kurus saja. Kebalikan adalah hypothyreoidie. Pada penyakit ini hormone yang dibuat oleh kelenjar gondok kurang dari normal. Bila terdapatnya orang dewasa, maka akan terjadi gejala sebagai berikut: gerak gerik lambat, pikirannya lambat, rambut rontok, kult kering, tidak mengeluarkan keringat, kulit tebal dan lembek. Gejala ini disebut myxoedeem.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar