Udara dan Ilmu Kesehatan, di dalam Kesehatan
(Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)
1) Susunan Udara. Udara yang bersih amat penting untuk kesehatan kita. Sebaliknya udara yang kotor dapat berakibat buruk. Susunan udara adalah sebagai berikut: zat lemas:78%, zat oksigen:21%, gas asam arang:0,04%, gas argon dan gas lainnya kurang dari 1%. Pada tinggi yang tertetnu susunan udara tidak sama. Makin tinggi ke angkasa, makin kurang zat oksigen. Menurut penyelidikan yang dilakukan di beberapa tempat di dunia, ternyata bahwa pada tinggi yang sama, susunan udara juga sama.
2) Pengaruh zat oksigen terhadap faal tubuh. Dari pelajaran ilmu tubuh manusia dapat diketahui, pada waktu menarik nafas, zat oksigen diambil oleh tubuh melalui gelembung pari-paru pada waktu mengeluarkan nfas, zat asam arang (sebagai sampah pertukaran zat) dikeluarkan melalui gelembung paru-paru itu juga. Bila seorang dari daerah rendah pergi ke daerah tinggi, maka akan dialaminya perubahan faal tubuh, yakni: pernafasan lebih cepat dari biasanya (normal 16-18x dalam semenit), lambat laun jumlah sel darah merah akan bertambah (normal 5 juta dalam 1mm2). Apakah sebabnya? Misalkan orang tersebut dalam 1 menit tetap 16x bernafasnya, maka ia tentu akan kekurangan zat oksigen karena di daerah yang tinggi itu kadar zat oksigennya kurang, sedangakn tubuh membutuhkan zat oksigen yang sama seperti biasanya. Untuk menghindarkan itu, maka tubuh mengatur diri dengan mempercepat pernafasannya. Penambahan sel darah merah pun adalah usaha dari tubuh untuk dapat mengambil zat oksigen dari paru-paru, hingga dapat mencukupi kebutuhan tubuhnya. Perubahan yang tidak terlalu besar dari kadar zat oksigen dalam udara dapat mempengaruhi faal tubuh, tetapi tidak sampai menimbulkan penyakit. Hal menyesuaikan diri ini disebut aklimatisasi. Bila kekurangna akan zat oksigen itu besar, mendadak dan agak lama, tubuh tak mempunyai waktu untuk menyesuaikan diri, maka tubuh akan menjadi biru terutama bibirnya, kepala panas, akhirnya akan mati.
3)Pengaruh zat asam arang terhadap faal Tubuh. Kadar zat asam arang dalam udara adalah 0,04%. Di kota yang penduduknya berjejal, udaranya mungkin mengandung 4-4X lebih banyak zat asam arang. Penyelidikan telah membuktikan, bahwa udara yang mengandung 3% za asam arang belum menimbulkan gejala yang buruk. Dalam rumah dan gedung kantor jarang kadar zat asam arang melebih 0,2%. Sudah barang tentu zat asam arang dapat berakibat buruk bagi kita, tetapi untuk ini kadarnya harus paling sedikit 500-100x lebih besar. Dari keterangan tersebut di atas dapat diambil kesimpulan, bahwa kita tak usah khawatir akan zat oksigen dan zat asam arang di udara yang ada di sekitar kita. Yang perlu mendapat perhatian adalah suhu, kelembapan, dan gerak dari udara.
4) Pengaruh Subu, kelembapan, dan gerak dari udara terhadap Kesehatan. Percobaan: dibuat suatu ruangan dengan dinding dari gelas, demikian rupa sehingga suhu, kelembapan dan gerak udara di dalamnya dapat diatur. Ternyata pada suhu 30% derajat Celcius dan kelembapan yang tinggi, orang yang berada dalam ruangan itu untuk beberapa waktu mengeluh dan merasa mual. Waktu udara dalam ruangan itu diperiksa, ternyata bahwa kadar zat asam rang bertambah, sedangkan kadar zat oksigen kurang sedikit. Mula dikira bahwa keluhan itu disebabkan oleh susunan udara yang berubah itu. Tetapi kemudian ternyata bahwa anggapan itu tidak benar, karena waktu orang itu mendapat udara segar dari ruangan itu melalui suatu corong pembuluh, ternyata keluhan masih terus ada. Kemudian diadakan percobaan lain: seseorang yang berada di luar ruangan itu disuruh bernafaskan udara yang terdapat dalam ruangan itu (melalui crong pembuluh juga), ternyata bahwa orang itu merasa enak saja, tidak seperti perasaan orang yang berada dalam ruangan gelas itu, sedangkan udara yang dinafaskan sama. Waktu suhu udara dalam ruangan gelas itu, diturunkan, kelembapa juga diturunkan serta udara digerakkan, keluhan orang yang berada dalam ruangan gelas itu hilang. Dari percobaan ini dapat dinyatakan, bahwa yang menjadi sebab bukan turunnya kadar zat oksigen dan naiknya kadar zat asam arang, tetapi suhu udara, kelembapan udara, dan gerak udara yang tidak sesuai. Bagaimana pengaruh pada kelembapan udara terhadap tubuh kita? Dikatakan bahwa rumah yang lembab itu tidak baik untuk kesehatan. Orang akan mudah terserang pilek, batuk, pneumonia, dan penyakit lain. Kini dikatakan, bahwa dengan melembabkan udara dalam rumah atau kantor, dpat mengurangi berjangkitnya penyakit tersebut di atas. Pandangan ini mungkin benar, tetapi belum ada bukti bahwa dengan melembabkan udara dapat dikuangi penyakit. Tentang hal kelembaban ini belum ada suatu pandangan yang jelas dan memuaskan. Bila kita dalam suatu ruangan yang udaranya tidak bergerak, maka udara di dalamnya akan menjadi panas dan lembab. Hal ini tentu akan mempengaruhi pengeluaran panas dari tubuh kita dan menimbulkan perasaan gerah dan tidak enak badan, maka dari itu udara dalam kamar perlu digerakkan. Sudah barang tentu gerak udara itu tidak boleh terlalu besar, hal ini mungkin akan mengakibatkan kaku di daerah tengkuk, tak enak badan, mungkin akan pilek atau mendapat penyakit dari saluran pernafasan. Untuk menggerakkan udara ada yang menggunakan kipas angin atau fan. Bila “lubang angin” pada dinding kamar cukup lebar dan menurut aturan tertentu, maka soal pertukaran udara dalam kamar itu tidak usah dikhawatirkan. Kita katakana bahwa sesuatu ruangna itu udaranya buruk, bila udar di dalamnya panas, berdebu, dan ada bau yang tidak sedap. Bila seseorang lama berada dalam ruangan itu, maka ia akan merasa pusing, mual, kehilangan nafsu makan, gangguan saluran pencernaan makanan, pkoknya kesehatan akan terganggu. Gejala itu disebabkan oleh karena udara dalam ruangan itu kekurangan zat oksigen atua kebanyakan zat asam arang, tetapi justru karena suhu, kelembaban dan gerak dari udara itu tidak sesuai.
6) Kotoran Udara dan Ilmu Kesehatan. Udara di kota yang penduduknya berjejal dan banyak pabrik banyak bercampur dengan bermacam gas dan debu. Sebenarnya debu itu selalu ada dalam udara, walaupun dalam jumlah amat sedikit. Jalan pernafasan diperlengkapi dengan alat untuk menyaring debu. Pada umumnya hal ini amat memuaskan, tetapi penghisapan debu yang tertetnu misalnya silicat dan asbest (banyak terdapat dalam pertambangan), dapat berbahaya sekali. Untuk ini maka industry dan pabrik mengadakan peraturan dan penjagaan untuk mengurangi kemungkinan itu. Pada musim tertentu udara mengandung tepungsari dari bermacam tanaman. Tepung ini tersebar ke mana-mana oleh angin. Bagi orang yang tidak tahan akan tepung itu, dapat menderita penyakit asthma (awas! Sebab dari penyakit ini banyak).
7) Infeksi melalui udara. Penyakit seperti pilek, bronchitis, tbc, pes, paru-paru, influenza, menularnya melalui udara. Penularan macam ini ada dua
Ø Benih penyakit terdapat dalam titik cairan yang dikeluarkan dari hidung atau mulut waktu penderita batuk, berbicara atau bersin, cara infeksi ini disebut infeksi titik luda (droplet infection). Benih pennyakit ini mudah hilang di udara, jatuh ke tanah karena beratnya
Ø Cara yang kedua disebut infeksi debu (airborne infection). Pada cara ini benih penyakit terdapat di udara. Benih itu asalnya dari benih yang terdapat dalam ludah yang sudah jatuh ke tanah dan mendebu. Karena sangat halus dan ringan, benih itu dapat berada dalam udara untuk sementara waktu. Menurut penyelidikan yang akhir, sinar ultra ungi dapat membunuh benih penyakit yang terdapat dalam udara itu.
8) Ventilasi. Ventilasi adalah hal mengatur keadaan udara dalam rumah atau ruangan supaya menjadi segar dan baik untuk kesehatan. Hal ini dapat dicapai dengan menggerakkan udara dalam ruangan tersebut, biasanya dengan memasukkan udara luar yang segar ke dalam ruangan melalui lubang angin di dinding dan melalui jendela. Udara yang kotor keluar melalui lubang angin dinding sebelah lainnya. Dengan singkat dapat dikatakan, bahwa arti ventilasi adalah pemasukan udara yang segar dan pengeluaran udara yang busuk. Pertukaran udara ini harus dijaga jangan sampai terlalu cepat dan keras berlangsungnya, hingga menimbulkan hal yang tidak diinginkan. Lubang angin yang terlalu banyak/ besar, tetapi jangan pula terlalu kecil. Sedikit. Dengan adanya pertukaran udara ini, maka kelembapan dan suhu udara dalam ruangan tersebut biasanya juga teratur dengna sendirinya. Biasanya suuhu kamar adlaah 29-30 derajat Celcius, kelembapan kurang lebih 40-50% dan gerak udara yang sedang. Dahulu ada anggapan bahwa tidur dengan jendela terbuka amat baik bagi kesehatan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan udara luar yang masih segar. Tetapi bagaimanakah hal dengan suhu dan kelembaban udara itu? Suhu udara yang terlalu rendah, lebih-lebih dalam musim dingin, tentu dapat berakibat buruk bagi orang yang tidur dengan jendela terbuka.
9) Air Conditioning. Air conditioning adalah membuat supaya the condition of the air menjadi sebaik-baiknya. Dalam hal ini the conditions itu adalah: purity, temperature, motion, dan humidity. Kini kereta api cepat Jakarta-Surabaya telah dilengkapi dengan alat air conditioning. Udara dalam kereta api disaring dari debu, gas dan zat lain yang sering terdapat dalam udar. Jadi udara dapat dibuat bersih, sehingga boleh dikatakan bebas sama sekali dari kotoran udara. Suhu dapat menjadi 50%. Semua diatur secara mekanis, dapat dtiggikan dapat pula direndahkan. Buka hanya kereta api, tetapi gedung bioskop, kamar operasi, rumah sakit, ruang kuliah, gedung kantor, mobil dan lain-lain ada yang dilengkapi dengan alat air conditioning. Air conditioning sungguh suatu pendapat yang bermanfaat, tetapi tidak mudah dimiliki oleh sembarang orang karena mahal.
10) Gas lain yang dapat merusak kesehatan. Di kota besar yang banyak digunakan orang suatu bahan bakar untuk penerangan, memasak dan lain-lain keperluan. Bahan bakar ini adalah suatu campuran gas yagn disebut gas penerangan (lichtgas). Bahan bakar ini terdiri dari CO (5-8%), CO2(3%), H2(50%), dan CH4(35%). CO yang terdapat dalam campuran ini tidak berwarna, tidak berbauh dan berbahaya bagi mausia. Bila gas itu terserap oleh manusia dalam jumlah yang banyak, maka orang ini akan menderita keracunan CO. Gejala keracunan CO: kepala pusing, rasa berat dikepala, lemah. Tak lama antara pingsan, kemudian terjadi kejang-kejang, pernafasan menjadi buruk, suhu tubuh merendah. Akhirnya orang tersebut akan mati. Hal ini akan terjadi bila CO yang dihisap dalam jumlah banyak. Dalam praktek hal ini jarang sekali terjadi, sekalipun demikian, kita perlu berhati-hati. Penjagaan terhadap gas CO: jangan lupa menutup kembali keran gas setelah selesai menggunakan. Karena berbau gas penerangan, segera cari dari mana asalnya gas itu atua selekas mungkin laporkan hal ini kepada kantor yang bersangkutan. Gas CO tidak hanya terdapat pada gas penerangan saja, tetapi dapat terjadi karena: pembakaran tidak sempurna, asap kereta api dalam terowongan, gas mobil dari garasi, asap rokok yang lembab, gas racun yang dipakai dalam peperangan dan lain-lain. Sebenarnya gas penerangan dapat pula tanpa gas CO, tetapi harganya menjadi lebih mahal. Gas penerangan selalu dapat dikenal karena baunya. Gejala gas CO yang ringan adalah: pusing kepala, nafsu makan berkurang, tidur buruk rasa lemas, lekas marah dan sebagainya, hal ini antara lain terdapat pada sopir yang mengendarai mobil yang karburator tidak baik kerjanya. Gejala ini dapat hilang sendiri bila banyak berada di udara yang luas dan segar.
IN ENGLISH (with google translate Indonesian-english):
Air and Health Sciences, at the Health
(Source: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Sciences Health for High School. Bandung: LubukAgung.)
1) The composition of air. Clean air is essential to our health. Instead dirty air can be bad. The composition of air is as follows: nitrogen: 78%, oxygen substances: 21%, carbonic acid gas: 0.04%, argon gas and other gases are less than 1%. At high air tertetnu arrangement is not the same. The higher into the sky, the less oxygen substances. According to investigations carried out in several places in the world, it turns out that at the same height, the air is the same arrangement.
2) The effect of oxygen substances to the body's physiology. Of science studies the human body can be seen, at the time of breath, oxygen substances taken by the body through the lungs pari bubbles at the time issued nfas, charcoal acid (a waste substance exchange) issued through the lungs bubble too. When a low area away from the area to high, it will be experiencing changes in body physiology, namely: breathing faster than normal (normal 16-18x in a minute), gradually the number of red blood cells will grow (normally 5 million in 1mm2). Why? Suppose the person in 1 minute fixed 16x in breathing, then he would be deficient in oxygen due to the high altitude oxygen levels less substance, a substance the body needs oxygen sedangakn the same as usual. To avoid that, the body regulate itself by accelerating breathing. The addition of red blood cells also is an attempt of the body to be able to take the substance of oxygen from the lungs, to be able to provide for her. Changes are not too big of a substance levels of oxygen in the air can affect the body's physiology, but not to cause disease. It is called acclimatization adjust. When will kekurangna oxygen substance was great, sudden and rather long, the body does not have time to adjust, then the body will be primarily blue lips, hot head, eventually will die.
3) Effect of carbon acids to body physiology. Levels of carbon dioxide in the air substance is 0.04%. In the city where the population is crowded, the air may contain 4-4X higher levels of carbon dioxide. Investigations have shown, that the air containing 3% za carbonic acid cause symptoms that bad yet. In homes and office buildings charcoal acid levels rarely exceed 0.2%. Of course carbon acids can be bad for us, but for this measure should be at least 500-100x larger. From the above description can be concluded, that we do not have to worry about oxygen and acid substances charcoal in the air around us. That needs attention is the temperature, humidity, and motion of the air.
4) Effect of Subu, humidity, and motion of the air on Health. Experiment: a room with walls made of glass, so much so that the temperature, humidity and air movement in it can be arranged. It turns out at 30% degrees Celsius and high humidity, people who were in the room for some time complaining and feeling nauseous. Indoor air time was examined, it turns out that rang acid levels increased, while levels of substance slightly less oxygen. Initially thought that the complaint was caused by the changing composition of the air. But then it turns out that the assumption is not true, because the time it gets fresh air from the room through a funnel vessel, apparently complaints still exist. Then conducted another experiment: a person who is outside the room was told to breathe air contained in the room (through crong vessels as well), it turns out that the only person that feels good, does not like the feeling of those who are in the glass room, while the air is breathed same. Time the air temperature in the glass room, unloaded, kelembapa also lowered and air actuated, complaints of people who were in the room the glass is gone. From these experiments it can be stated, that the cause is not falling oxygen levels and rising levels of substance substances carbon dioxide, but the air temperature, air humidity, and air movement are not appropriate. How does humidity effect on the body? It is said that the house is damp it is not good for health. People will be susceptible to colds, coughs, pneumonia, and other diseases. Now say, that with humidify the air in your home or office, dpat reduce outbreaks mentioned above. This view may be true, but there is no evidence that the disease dikuangi can moisten the air. About the humidity has not been any clear and satisfactory view. When we are in a room where the air does not move, then the air in it will be hot and humid. This will certainly affect the expense of our body heat and cause chills and feeling unwell, then from the air in the room needs to be moved. Of course the air movement should not be too big, it will probably result in stiff in the neck, not feeling well, it might be cold or get a disease of the respiratory tract. To move the air there that use a fan or a fan. When the "vents" on the walls of the rooms are pretty wide and according to certain rules, then the matter of exchange of air in the room do not have to worry about. We say that something ruangna air was bad, when it udar in hot, dusty, and there was a bad odor. When the old man was in the room, then he will feel dizzy, nausea, loss of appetite, digestive tract disorders, health pkoknya be disturbed. The symptoms caused by indoor air is oxygen deficiency Atua most substances carbon dioxide, but precisely because of the temperature, humidity and movement of air that does not fit.
6) Air Impurities and Health Sciences. The air in the city where the population is crowded and many many factories mixes with a variety of gas and dust. Actually, the dust is always there in the air, although the amount is very little. Roads equipped with breathing apparatus to filter dust. In general, it is very satisfying, but inhalation of dust and silicates such tertetnu asbest (many are in mining), can be dangerous. For this the industry and conduct factory regulations and safeguards to reduce the likelihood of it. At certain times of the air containing pollen from various plants. This flour is spread everywhere by the wind. For people who can not endure the flour, can suffer from asthma (awas! For many of these diseases).
7) Infection by air. Illnesses such as colds, bronchitis, tuberculosis, plague, lung, influenza, infectious airborne. There are two kinds of transmission
disease Seeds contained in point fluid expelled from the nose or mouth when the patient coughs, talks or sneezes, how this infection is called Luda point of infection (droplet infection). Pennyakit seed is easily lost in the air, fell to the ground because of the weight
The second way is called infectious dust (airborne infection). On this way the seeds contained in the air sickness. The seeds came from the seeds contained in the saliva that had fallen to the ground and mendebu. Because it is very smooth and light, the seed may be in the air for a while. According to a final investigation, the ultra light can kill the seed disease ungi contained in the air.
8) Ventilation. Ventilation air is set in the state house or the room in order to be fresh and good for health. This can be achieved by moving the indoor air, usually by inserting a fresh outside air into the room through a vent in the wall and through the window. A dirty air vents out through the wall next to the other. In short it can be said, that means ventilation is a fresh air intake and expenditure foul air. The air exchange must be taken not to hard too fast and the course, to cause unwanted things. Vent too much / big, but not too small anyway. Slightly. With the existence of this air exchange, the humidity and temperature of the indoor air is usually also regularly dengna itself. Rooms usually tends suuhu 29-30 degrees Celsius, approximately 40-50% moisture and air movement are. Previously it was thought that sleeping with the windows open is very good for health. The goal is to get the outside air is still fresh. But how is it with the air temperature and humidity? The air temperature is too low, especially in winter, can certainly be bad for people who sleep with the window open.
9) Air Conditioning. Air conditioning is made so that the condition of the water to be the best. In this case the conditions are: purity, temperature, motion, and humidity. Now fast train from Jakarta to Surabaya has been equipped with air conditioning. Filtered air in the train of dust, gas and other substances that are often found in udar. So the air can be made clean, so it is virtually free from air impurities. Temperature can be 50%. All mechanically regulated, can dtiggikan can also be degraded. Open only train, but the movie theater, operating room, hospital, lecture halls, office buildings, cars and other devices were equipped with air conditioning. Air conditioning is really a useful idea, but it is not easily owned by anyone because it is expensive.
10) Another gas that can damage health. In the big city that many people use a fuel for lighting, cooking and other purposes. The fuel is a mixture of gases called gas lighting yagn (lichtgas). The fuel consists of the CO (5-8%), CO2 (3%), H2 (50%), and CH4 (35%). CO contained in this mixture is colorless, smells like and dangerous for mausia. When gas was absorbed by humans in large quantities, then this person will suffer from CO poisoning. Symptoms of CO poisoning: headache, feeling heavy head, weak. Shortly between fainting, convulsions ensued, breathing became worse, the body temperature lowered. Eventually the person will die. This will happen when the CO is inhaled in large quantities. In practice this rarely happens, even so, we need to be careful. Guard against CO gas: do not forget to close the gas taps back after use. Because smelling gas lighting, quickly find where it comes from gas that Atua as soon as possible report this to the office concerned. CO gas is not only found in gas lighting, but can occur due to: incomplete combustion, smoke trains in tunnels, gas up the car from the garage, damp cigarette smoke, poison gas used in wars and others. Actual gas lighting can also be without gas CO, but the price is more expensive. Gas lighting can always be known for the smell. Symptoms of mild CO gas are: dizziness, decreased appetite, poor sleep weakness, irritability and so on, this is partly located on the driver who drove the carburetor is not good work. These symptoms may disappear when a lot is spacious and fresh air
Tidak ada komentar:
Posting Komentar