Mengetahui Penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome)/ Knowing Disease Mers (Middle East Respiratory Syndrome) FOR GENERAL MEDICINE

Mengetahui Penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome)

(Sumber: _.2013. Kemenkes Warning Penyakit MERS. Surabaya: Jawa Pos Edisi Kamis 4 Juli 2013.)

          Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan peringatan terhadap masyarakat yan ingin bepergian ke Arab Saudi dan sekitarnya. Baik itu untuk kepentingan haji, umrah atau urusan lain. Kemenkes mengeluarkan “warning” supaya masyarakat mewaspadai penyakit MERS (Middle East Respiratory Syndrome). Ini adalah penyakit yangdisebabkan virus korona dan kali pertama ditemukan di Saudi Arabia pada 2012. Virus tersebut tidak identik dengan penyebab SARS (severe acute respiratory syndrome). Virus itu identik atau mirip dengan yang terdapat pada kelelawar. Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenkes Murti Utami menerangkan, dalam kurun April hingga Juni 2013, jumlah infeksi MERS (Middle East Respiratory Syndrome)-Cov di dunia tercatat sebanyak 64 kasus. Yang terbanyak ada di Saudi dengan 49 kasus. Kasus lain terjadi di Italia, Inggris (3 kasus), Perancis, Yordania, Qatar, Tunisia (2), dan Uni Emirat Arab (1). Total jumlah meninggal mencapai 38 kasus. Masyarakat bisa mengantisipasi dengan sejumlah cara. Bila mengalami demam dan gejala sakit pada saluran pernapasan bagian bawah dalam kurun waktu 14 hari sesudah perjalanan, harus segera lapor dokter. Gejala sakit saluran pernapasan bagian bawah di antaranya adalah batuk atau sesak napas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar