Artikel mengenai Anestesi (Pembiusan), di dalam Kesehatan/ This article about anesthesia (anesthesia), in the Health

Artikel mengenai Anestesi (Pembiusan), di dalam Kesehatan

(Sumber: _.2013. Khitanan Lokal, Kepala Total. Surabaya: Jawa Pos Edisi Kamis 4 Juli 2013.)

          Anestesi atau pembiusan paling sering diperlukan dalam penanganan ibu melahirkan, proses khitan, serta pembedahan lain. Diharapkan, proses operasi berjalan lancar.

          Secara umum, yang dikenal masyarakat adalah anestesi local dan total. Istilah medisnya, regional dan umum. Yang mudah dikenali, karena banyak dilakukan, adalah anestesi pada proses section caesaria atau pertolongan persalinan dengan operasi. Ada sebagian kasus yang memerlukan anestesi regional saja, yakni membuat kebas area pinggang ke bawah. Tetapi ada yang total, alias semua kebas. Biasaya, pasien berkondisi seperti tidur saat operasi. Menurut dr. Anna Surgean Veterini SpAn, 34, ada dua indikasi utama dalam pemilihan tipe anestesi. Pertama, indikasi pasien atau kondisi fisiknya, “Misalnya, ada kelainan pada tulang belakang, maka tidak bisa dilakukan anestesi regional.” Kata ibu satu putra itu. Solusinya anestesi umum atau total. Sementara itu, pada kasus patah tulang lengan lantaran kecelakaan, misalnya, cenderung diberikan anestesi regional. Jika yang patah lengan kiri, anestesi cukup untuk membuat kebas mulai jari hingga pangkal lengan kiri. Anggota tubuh lain bisa berfungsi seperti biasa. Indikasi kedua, menurut spesialis anestesi dari RS Bedah Surabaya itu, dikenal dengan sebutan indikasi social. Meliputi, ketersediaan dokter dan tenaga medis, peralatan, serta obat-obatan. Selain itu, psikologis pasien. Misalnya, ibu hendak melahirkan, tidak ada kelainan apa pun, dan memungkinkan untuk anestesi regional. Tetapi, dia merasa khawatir, takut, atau tidak siap, dan meminta anestesi total. “Dokter tidak bisa memaksa dan wajib memperhatikan permintaan pasien tersebut,” tambah alumnus FK Unair tersebut. Anestesi lain yang sering ditemui masyarakat adalah anestesi pada proses khitan atau sunat. Cukup pada bagian yang akan disunat. “Faktor waktu operasi memengaruhi. Sunat tidak memerlukan waktu lama, sehingga anestesi local cukup,” tambah Anna. Yang sering ditangani Ana di RS Bedah Surabaya adalah neuroanestesi. “Anestesi umum atau bius total,” katanya. Sebab, bius diperlukan untuk melakukan operasi pada kepala. Dia mencontohkan, ketika operasi diperkirakan memakan waktu tiga jam, Anna akan mempersiapkan pemiusan hingga empat jam. “Penampahan satu jam dialokasikan untuk pascaoperasi,” bebernya. Mengenai kuantitas masing-masing tipe anestesi, dia tidak bisa memastikan jumlahnya. Hanya, jika melihat tiga tahun belakangan ini, selain pada ibu melahirkan dan khitan., anestesi banyak diberikan pada pasien patah tulang. Penyebabnya, tingkat kecelakaan lalu lintas tersu bertambah. “Lokal atau total disesuaikan dengan kondisi pasien dan pemeriksaan sebelumnya,” terangnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar