Artikel mengenai Anestesi (Pembiusan), bagian kedua, di dalam Kesehatan
(Sumber: Rokhmaningtyas, Anita.2013. Beda Bius meski Sama-Sama Caesar. Surabaya: Jawa Pos Edisi Kamis 4 Juli 2013.)
Anita pernah mengalami dua jenis anestesi saat melahirkan dua anak secara Caesar. Pertama, anestesi local apda Desember 2008, lalu persalinan anak kedua dengan bius total pada Juni 2013. Nita, demikian Anita biasa dipanggil, menjalani anestesi local saat melahirkan anak sulungnya, Rakha Fauzan, 4,5 tahun lalu. Anestesi itu dilakukan pada daerah perut bagian bawah dan hanya memakan waktu 15 menit. “Saya merasa menggigil sebelum dan sesudah operasi,” cerita perempuan 30 tahun tersebut. Nita memutuskan untuk menjalani operasi Caesar karena letak kepala bayi masih belum tepat di bawah. Meski sudah dibius local, dia masih merasa sakit luar biasa di bagian perut. “Saya sampai tidak kuat dan menangis,” tambahnya. Karena melihat pasiennya kesakitan, sang dokter memberikan obat penahan rasa sakit. Tahap demi tahap obat diberikan kepada Nita. Namun, sakit yang dirasakan Nita masih terasa. Sampai akhirnya, dokter memberikan morfin dosis tinggi. Barulah Nita merasa tenang karena tidak lagi merasakan sakit. Kemudian , setelah efek obat anestesi perlahan hilang, badan Nita terasa kaku dan susah digerakkan. Hal itu berlangsung selama beberapa jam. Selang 4,5 tahun setelah itu, Nita menjalani operasi Caesar lagi untuk melahirkan anak keduanya, Aqila Syifa, Sabtu (22/6). Kali ini, dia mendapat anestesi total. Sebab, di punggung Nita terdapat virus herpes. Sebagai pencegahan agar tidak menyebar, Nita dibius total. “Saya tegang saat itu, takut risiko yang tidak diinginkan,” ujar perempuan asal Surabaya tersebut. Perbedaannya, pada operasi yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Nita tidak merasa sakit seperti yang dirasakan pada operasi pertama. “Hanya sedikit nyeri diperut setelah sadar dan menurut saya itu wajar,” kata perempuan penyuka warna kuning tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar