Artikel tentang Mengonsumsi Alkohol
(Sumber: _.2013.Mengonsumsi Alkohol Dapat Menimbulkan Gangguan Seksual. Madiun: Radar Madiun 2013 Jawa Pos Edisi Sabtu 29 Juni 2013.)
Pada kelompok masyarakat tertentu, mengonsumsi alcohol seperti menjadi kebanggan tersendiri. Memang ada dampak positif mengonsumsi alcohol, tapi itu hanya ddi dapat bila dikonsumsi dalam jumlah yang sedikit. Bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak dan terus menerus alcohol sangat membahayakan. Alcohol adalah senyawa yang mempunyai molekul sangat kecil dan larut air serta lemak, sehingga mudah masuk ke dalam aliran darah dan menembus otak. Karena itu, target utama alcohol adalah otak dan system saraf pusat. Dosis rendah alcohol memberikan efek relaksasi, menurunkan ketegangan, inhibisi, konsentrasi, dan memperlambat reflek. Pada dosis sedang menyebabkan bicara lambat, drowsy, dan penurunan emosi. Pada dosis tinggi menyebabkan mual, muntah, gangguan pernapasan, penurunan kesadaran, koma atau kematian. Bahkan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang meneguk minuman keras lebih dari 100 gelas per bulan memiliki potensi yang tinggi terhadap kehancuran otak. Selain itu, mengonsumsi alcohol juga berdampak signifikan terhadap system kardiovaskuler. Alcohol dapat menyebabkan pembengkakan jantung yang dapat menggiring kea rah terjaadinya gagal jantung kongestif. Penelitian terkini menyatkaan bahwa ada hubungan positif antara konsumsi alcohol dan kejadian kardiomyopati (kelainan otot jantung). Dan juga, mengonsumsi alcohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya “stroke” karena dapat menyebabkan terjadinya penggumpalan darah dalam salurannya, termasuk di otak. Yang amat menakutkan adalah yang berikut ini. Menurut Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, seorang ahli andrologi dan seksologi, penggunaan alcohol dalam waktu yang lama dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Apakah hanya untuk kaum lelaki? Ternyata tidak. Menurut beliau, ternyata gangguan seksual akibat mengonsumsi alcohol dalam jumlah banyak itu terjadi baik pada pria maupun wanita. Masalah seksual yang terjadi pada pria alkoholik disebabkan penurunan produksi hormone testoteron. Penurunan hormone testoteron menyebabkan terjadinya peningkatan, baik relative maupun absolute, hormone estrogen. Ini terjadi lantaran berlangsungnya penekanan atau penurunan dorongan seksual karena berkurangnya testoteron bebas yang aktif. Sedangkan pada wanita alkoholik terjadi kesulitan prangsangan dan hambatan orgasme. Bahkan, bukan hanya itu. Wanita yang banyak mengonsumsi alcohol akan mengalami penuaan dini dan menopause dini. Nah, kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Tentu saja menghindari factor resikonya itu. Selain itu memperbanyak konsumsi antioksidan. Dan salah satu antioksidan yang ampu adalah “xanthone”, suatu senyawa yang terdapat di dalam kulit buah manggis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar