Artikel tentang Jamasan Tumbak Kyai Singkir serta tumbak Kyai Songgolangit, di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur
(Sumber: _.2013. Dua Pusaka Peninggalan Majapahit Dijamas. Ngawi: Radar Ngawi Jawa Pos Edisi Kamis 4 Juli 2013.)
Seperti tahun sebelumnya, jamasan pusaka masih mewarnai peringatan Hari Jadi Ngawi. Dan tahun ini, memperingati hari jadi yang ke-655, kegiatan tersebut kembali digelar. Dua pusaka yakni tumbakKyai Singkir serta tumbak Kyai Songgolangit secara bergantian dijamas oleh sesepuh Ki Suharno di Pendopo Wdya Graha, kemarin. Prosesi tersebut diawali dengan kirab pengambilan empat pusaka dari tempat penyimpanan yang terletak di belakang pendopo agung. Lima sesepuh Paguyuban Permadani (Persatuan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) cabang Ngawi yang dipimpin Ki Sugito berjalan perlahan seiring lantunan gending Jawa. Selanjutnya, Bupati Budi Sulistyono serta wakil bupati Ony Anwar Harsono menyerahkan Pusaka Payung Tunggul Warno dan Tunggul Wulung serta tumbak Kyai Songgolangit diakhiri menyerahkan Tumbak Kyai Singkir. Kanang, sapaan Budi Sulistyono mengatakan, upacara jamasan pusaka berjalan dengan lancar. “Keempat pusaka itu adalah pusaka Ngawi warisan dari kerajaan Majapahit,” jelasnya. Ki Suharno selaku sesepuh mengatakan setiap tahun kegiatan semacam ini digelar. Serta untuk lima tahun sekali pusaka tersebut diarak menuju Ngawi Purbayang dipercaya sebagai asal muasal Kota Keripik ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar