Artikel mengenai Kusta, bagian 2
(Sumber: _.2013. Temukan Puluhan Penderita Baru Kista. Magetan: Radar Magetan Jawa Pos Edisi Kamis 4 Juli 2013.)
Penyakit kusta belum hilang dari muka bumi ini. Kurun setahun terakhir saja, ditemukan puluhan penderita baru di Magetan. Tidak menutup kemungkinan pengidap kuman mycobacterium leprae it uterus bertambah. “Perlu antisipasi dini mewabahnya kusta ini, sekarang sudah kami lakukan di lapangan,” terang Harry Susanto kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan, kemarin. Menurut dia, kusta adalah penyakit menahun yang menyerang saraf tepi, kulit, dan organ tubuh manusia. Jika tidak segera ditangani, organ yang tubuh yang terserang tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. “Memang sebaiknya waspada jika ada anggota keluarga yang menderita luka tak kunjung sembuh dalam waktu lama. Juga bila luka ditekan dengan jari tidak terasa sakit,” ujarnya. Masih kata Harry, kusta dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui pernafasan. Tanda seseorang menderita kusta mulai muncul setelah lima tahun. Di antaranya, ada bercak putih di permukaan kulit disertai rasa kesemutan di bagian anggota tubuh. “gejalanya tidak bisa dilihat setahun dua tahun, ini menyulitkan pendekteksian kusta. Setelah kusta menyebar di organ tubuh baru bisa terdeteksi secara kasat mata,” urainya. Saat ini, penanggulangan pasien kusta masih terfokus pada metode rehabilitasi. Baik melalui medis, social, dan karya. Harry membenarkan mayoritas penderita kusta mengalami tekannan psikis. “metode pemasyarakatan yang merupakan tujuan akhir dari rehabilitasi. Penderita harus membaur di lingkungan sekitar agar tidak merasa dikucilkan”, tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar