Memanfaatkan Referral untuk Dapatkan Pekerjaan
(Sumber: _.2013. Cari Koneksi yang Cocok sambil Buktikan Kelayakan Diri. Surabaya: Lowongan Jawa Pos Edisi Sabtu 22 Juni 2013.)
Punya banyak kenalan dan koneksi memudahkan job seeker (pencari pekerjaan) untuk mendapat pekerjaan impian. Mereka bisa dimanfatkan sebaga referral. Seperti apa?
Referral memang hanya sebagain kecil dari sebua proses menemukan pekerjaan. Namun, jika dimanfaatkan dengan benar, referral justru bisa jadi factor peentu. Referral yang baik berpotensi untuk mendukung CV atau bahkan mereferensikan job seeker langsung kepada direktur atau manajemen personalia yang membuat keputusan. Secara mudah, referral bisa dipahami sebagai orang yang bisa mereferensikan job seeker ke perusahan impian. Tapi, itu bukan nepotisme. Referral hanya bertugas untuk memperkenalkan job seeker kepada para pengambil keputusan di perusahaan. “Intinya, membuat job seeker yang awalnya no one menjadi seseorang yang pantas diperhatikan perusahaan,” jelas Hrold M. Messmer, CEO Robert Half International, lembaga konsultan karir terkemuka. Referral harus persuasive. Dia harus mengenal baik si job seeker, sehingga bisa menunjukkan skill, kualitas, hingga pengalaman ke perusahaan. Singkatnya, mempromosikan si job seeker agar memiliki nilai plus di mata perusahaan. “Akhirnya, keputusan menerima si job seeker atau tidak tetap bergantung pada sesi wawancara.” Ungkapnya. Tentu, tidak sembarang orang cocok menjadi referral. Sekadar punya nama besar di suatu bidang tidak menjadi jamninan. Misalnya, orang teman yang berprofesi sebagai pialang saham belum tentu bisa menjadi referral jika yang dituju adalah firma hukum. Jadi, menemukan orang yang tepat adalah PR pertama job seeker seblum menunjuk referral. Lalu, bagaimana menemukan orang yang cocok?
Pertama, lihat list teman, kenalan, kolega, kerabat, dan relatives lain. Kemudian, cari orang yagn sesuai dengan job yang diinginkan. Jika ingin melamar di law firm, ya cari kenalan yang berprofesi sebagai advokat, pengacara, jaksa, dan semacamnya. Jika ingin bekerja di bank, minta berkenalan dengan banker atau trader sebagai referral.
Setelah menemukan orang yang sesuai, job seeker harus memberi referral informasi sebanyak-banyaknya tentang potensi yang dimiliki, misalnya data teknis. Yakni, tingkat pendidikan atau pengalaman. Juga, hal lain seperti kepribadian dan soft skill lain yang cocok dengan pekerjaan yang dituju. “Tentu, akan lebih memudahkan jika hubungan si pencari kerja dengan referral dekat. Tapi, bila kurang dekat, ya harus ada sesi khusus untuk saling mengenal,” terangnya.
Jika berhasil memasuki tahap interview, manajer yang mewawancarai hampir pasti akan menanyakan hubungan job seeker dengan referral. Jawab jujur saja, jangan melebih-lebihkan. Hal itu merupakan moment job seeker untuk membuat si manajer terkesan dengan kemampuan sendiri. Karena itu, meski ada referral, job seeker harus membuktkan bahwa dirinya memang laayak bekerja di perusahaan impian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar