Mengetahui tentang Candi Plaosan, di Yogyakarta/ Knowing about Plaosan of Temple, in Yogyakarta FOR GENERAL GENERAL

Mengetahui tentang Candi Plaosan, di Yogyakarta

(Sumber: Sari, Ina Parawita. 2007. Jogja Punya Ceria. Jakarta: AzkaMuliaMedia.)

Anda tak perlu terburu-buru kembali ke penginapan usai berkunjung ke Candi Prambanan, sebab tidak jauh dari candi Hindu tercantik di dunia itu. Anda juga akan menemui candi lain yang sama menariknya. Melaju ke utara sejauh 1 km, Anda akan menemui Candi Plaosan, sebuah candi yang dibangun oleh Rakai Pikatan untuk permaisurnya, Pramudyawardani. Terletak di Dusun Bugisan, Kecamatan Prambanan, aarsitektur candi ini merupakan perpaduan Hindu dan Budha. Kompleks Plaosan Lor dan Candi Plaosan Kidul. Kedua candi itu memiliki teras berbentuk segi empat yang dikelilingi oleh dinding, tempat semedi berbentuk gardu di bagian barat, serta stupa di sisi lainnya. Karena kesamaan itu, kmaka kenampakan Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh, sehingga sampai sekarang Candi Plaosan juga sering disebut candi kembar. Bangunan Candi Plaosan Lor memiliki halamam tengah yang dikelilingi oleh dinding denggan pintu masuk di sebelah barat. Pada bagian tengah halaman itu terdapat pendopo berukuran 21,62 meterX19 meter. Pada bagian timur pendopo terdapat 2 buah altar, yaitu altar utara, dan selatan. Gambaran Amitbha, Ratnasambhava, Vairochana, dan Aksobya terdapat di altar timur. Stupa Samantabadhara dan figure Ksitigarbha ada di altar utara, sementara gambaran Manjusri terdapat di altar barat.  Candi Plaosan Kidul juga memiliki pendopo di bagian tengah yang dikelilingi 8 candi kecil terbagi menjadi 2 tingkat dan tiap tingkat terdiri dari 4 candi. Ada pula gambaran Tathagata Amitbha, Vajrapani dengan atribut vajra pada utpala, serta Prajnaparamita yang dianggap sebagai “ibu dari semua Budha”. Beberapa gambaran lain masih bisa dijumpai, namun tidak pada tempat yang asli. Figure Manujri yang menurut seorang ilmuwan Belanda bernama Krom cukup signifikan juga bisa dijumpai. Bagian Bas relief candi ini memiliki gambaran unik pria dan wanita. Terdapat seorang pria yang digambarkan tengah duduk bersila dengan tangan menyembah,, serta figure pria dengan tangan vara mudra dan vas di kaki yang dikelilingi enam pria yang lebih kecil. Seorang wanita ada yang digambarkan sedang berdiri dengan tangan vara mudra, sementara di sekelilingnya terdapat buku, pallet, dan vas. Krom berpendapat bahwa figure pria wanita itu adalah gambaran patron supporter dari dua wihara. Seluruh kompleks Candi Plaosan memiliki 116 stupa perwara dan 50 candi perwara. Stupa perwara bisa dilihat di semua sisi candi utama, demikian pula candi perwara yang ukurannya lebih kecil. Bila berjalan ke bagian utara, Andab isa melihat bangunan terbuka yang disebut Mandapa. Dua buah prasasti juga bisa ditemui, yaitu prasasti yang di atas keeping emas di sebelah utara candi utama dan prasasti yang ditulis di atas batu di Candi Perwara baris pertama. Slah satu kekhasan Candi Plaosan adalah permukaan teras yang halus. Menurut Krom, teras candi ini berbeda dengan teras candi lain yang dibangun di masa yang sama. Menurutnya, hal itu terkait dengan fungsi candi kala itu yang diduga untuk menyimpan teks kanonik milik para pendeta Budha. Dugaan lain yang berasal dari para ilmuwan Belanda, jika jumlah pendeta di wilayah itu sedikit, mungkin teras itu digunakan sebagai sebuah wihara (tempat ibadah umat Budha). Jika melihat sekeliling candi, Anda akan tahu bahwa candi Plaosan sebenarnya merupakan kompleks candi yang luas. Hal itu dapat dilihat dari adanya pagar keliling sepanjang 460 meter dari utara ke selatan serta 290 meter dari barat ke timur, juga interior pagar yang terdiri atas parit sepanjang 440 meter dari utara ke selatan dan 270 meter dari barat ke timur. Parit yang menyusun bagian interior pagar itu bisa dilihat dengan berjalan ke arah timur melewati sisi tengah bangunan bersejarah ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar