Luka Bakar dan Pertolongan Pertama, di dalam Ilmu Kesehatan/ Burns and First Aid, in the Health Sciences

Luka Bakar dan Pertolongan Pertama, di dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

Luka bakar dapat dibagi dalam tiga tingkat yakni:

Ø  Tingkat pertama: warna kemerahan pada kulit

Ø  Tingkat kedua: tingkat pertama ditambah gelembung pada kulit

Ø  Tingkat ketiga: terdapat penghacuran dari kulit seluruhnya dan alat yang terdapat di bawahnya (mungkin tulang, dan lainnya)


Pada luka bakar tingkat Pertama dan kedua jangan berusaha membershkan dengan apapun. Jangan pula mencoba mengeluarkan cairan bening yang terdapat dalam gelembung. Hal ini dapat menimbulkan infeksi. Tarulah di atas luka bakar itu vaselin yang steril. Dpaat juga diolesi dengan minyak ulis (olijf olie), atau minyal lain yang telah di steril. Kemudian luka bakar diperban dengan perban steril. Biarkan pembalut begini sampai beberapa hari.

            Luka bakar tingkat ketiga adalah luka yang berat. Bahaya yang timbul infeksi lebih besar. Karena itu pada waktu memberi pertolongan yang pertama harus diingat syarat suci hama, jangan batuk atau bersin di atas luka tersebut. Kemudain lekas korban di bawa ke dokter. Luka ditutup dengan kain kasa steril, kemudian balut agak kuat. Berilah minum yang cukup guna menggnatikan cairan tubuh yang hilang. Rasa nyeri dapat ditekan dengan pemberian suntikan morphin sebaiknya luka bakar yang agak luas dirawato leh seorang yang ahli. Bila kurang lebih 30% dari permukaan tubuh terkena luka bakar, maka keadaan dapat berbahaya sekali. Bila tak segera mendapat pertolongan sebaik-baiknya, orang akan meninggal karena syok atau karena infeksi. Di rumah sakit luka bakar dioabti dengan L.A.S-zelfm penderta mendapat suntukan A.T.S. dan penicillin. Kecuali itu dalam pembuluh darah korban dimasukkan cairan ditambah garam mineral untuk menggantikan cairan yagn hilang.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar