Perdarahan dan Cara Memberi Pertolongan Pertama, di dalam Ilmu Kesehatan
(Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)
Tentang perdarahan dapat dibedakan tiga macam, yakni:
1) Perdarahan pembuluh darah nadi (perdarahan arteri); warna darah yang ekluar berwarna merah muda, darah keluarnya berdenyut seuai dengan pukulan nadi
2) perdarahan pembuluh darah balik (perdarahan vena); wara darah yang keluar adalah merah tua, keluarnya tidak berdenyut
3) Perdarahan kapiler; warna darah yang keluar merah tua atau merah mudah, mula tampaknya seperti titik darah, lama-lama menutupi seluruh permukaan luka.
Tindakan pada perdarahan keluar:
1) Pertolongan pertama yang diberikan bergantung pada macam dan tempat perdarahan:
a) Pada perdarahan vena atau perdarahan yang tidak berat, perdarhan dapat dihentikan dengan pembalut tekanan (drukverband). Kalau tidak ada pembalut atau kasa, dapat dipakai sapu tangna yang bersih. Kalau perlu pembalut tadi ditekan pula dengan tangan supaya perdrahan lebih cepat berhenti.
b) Pada perdarahan arteri atau perdarahan lain yang tak dapat dihentikan dengan pemablut tekanan dalam waktu lima menit, lakukan tekanan tertentu. Bila dengan melakukan tekanan ini perdarahan berhenti, lakukan selekas mungkin pembalut tekanan dan lepaskan tekanan pada tempat tekanan tadi. Bila terjadi lagi perdarahan, lakukanlah lagi tekanan, lepaskan lagi, tekan lagi, dan demikian seterusnya hingga pembalut tekanan dapat mengatasi perdarahan.
c) Bila cara (b) tak dapat juga menolong, maka dipakai tourniquet. Hal ini hanya dilakukan pada perdarahan di lengan atau tungkai.
Tourniquet dapat dilakukan dengan membalut segitiga, kain kasa, kaos kaki, sepotong kain dan lain-lain, asalkan cukup lebar dan panjangnya dpaat sampai dua kali melingkari lengan/ paha. Tourniquet dilingkarkan atas ladnasan (dari kasa atau sapu tangan yang dilipat) ang telah diletakkan di sebelah dalam paha atau lengan atas. Landasan ini perlu, untuk melindungi pembuluh darah dan untuk meratakan tekanan. Sesudah tourniquet diikat, ambil sepotong kayu atau tongkat (poltot juga dapat dipakai). Masukkan ini di bawah ikatan dan putarlah perlahan hingga menghentikan pendarhaan. Setelah kurang lebih 15 menit, tourniquet dipuat kembali. Tongakt jangan di ambil, lepasan ini perlu sekali untuk mencegah kematian jaringan (gangraen) dari ujung tangan/ kaki. Bila perdarahan berhenti, janganlah tourniquet diputar lagi. Bila timbul lagi perdarahan, tourniquet (yang masih tetap berada melingkari paha/ lengan atas) diputar lagi. Awas! Pemakaian tourniquet ada bahayanya, karena itu harus mengerti benar cara melakukannya.
Ø Jangan memakai kawat atau tali (dapat merusak pembulu darah)
Ø Jangan lupa memakai landasan (dapat merusak pembuluh darah)
Ø Tiap 15 menit tourniquet diputar kembali (untuk mencegah timbulnya gangraen)
Ø Harus mengetahui bilamana tourniquet dilakukan (supaya jangan terlalu lama) dan memberitahuka bila tourniquet harus diputar kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar