Guna Gigi, Cara Memelihara Gigi, Menggosok Gigi, Caries Gigi, Pyorrhoe, Karang Gigi, di dalam Ilmu Kesehatan
(Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)
1) Guna Gigi
Guna gigi adalah terutama untuk menghaluskan makanan. Kecuali itu digunakan juga untuk berbicara. Bila gigi sudah tanggal, maka ejaan kata tentu akan terganggu. Dapat juga diusahakan gigi palsu stelah gigi tetap tangga, tetapi gigi buatan tentu tidak dapat memadai gigi yang asli. Karena itu tahankan gigi yang asli itu selamanya dengna merawat sebaiknya.
2) Cara memelihara gigi, maka 4 hal yang harus diperhatikan, yakni: cara menggunakannya, makanan yang dimakan, kebersihan, memeriksa kepada seorang ahli.
Ø Gigi harus digunakan untuk hal yang sesuai, jangan misalnya digunakan untuk membuka botol limun seperti yang kadang kita lihat. Jangan pula digunakan utnuk memecah bijian yang keras. Ini tidak berarti bahwa gigi harus dipakai untuk makannan yang lembek saja. Tidak! Bahkan gigi harus dilatih dengan cara memamah makanan yang agak keras. Misalnua menyelingi makanan dengan kacang-kacangan, jagung, dan lain-lain.
Ø Pengaruh makanan terhadap gigi
a) Makanan yang manis pada umumnya tidak baik untuk kesehatan gigi. Keterangannya adalah sebagai berikut: setelah makan makanan yang manis, maka akan tinggal pada permukaan gigi selapis gula. Lapisan gula ini bila tidak segera dihilangkan, akan merupakan tempat pertumbuhan yang subur sekali bagi hasil. Sebaliknya makanan yang manis baik sekali untuk kesehatan anak, karena memberika kalori yang tidak sedikit .karena itu tidak erplu melarang atau mengurangi makanan tersebut. Sudah barang tentu pemberian harus dalam ukuran biasa, artinya tidak terlalu banyak. Asal saja giginya dibersihkan dengna seksama apalagi sebelum tidur, maak penyakit gigi dapat dikurangi.
b) Bila makanan tidak atau kurang mengadung Calcium dan Phosfor, maka pertumbuhan gigi akan terganggu. Bukan itu saja, kekurangan akan vitamin D pun akan mengakibatkan gangguan pada pembentukan gigi (dan penulangan pada umumnya). Pada bayi gigi pertama pada umumnya baru keluar pada umur 7-8 bulan. Bila bayi kekurangan vitamin D, maka munculnya gigi akan terlambat dan urutan keluarnya pun tidak seperti biasanya.
c) Makanan yang panas pun dapat merusak gigi kita. Kecuali itu mengunyah pun tidak dapat sempurna. Suatu kebiasaan yang sering kita lihat adalah: setelah makan makanan yang serba panas, kemudian minum minuman yang dingin. Email gigi yang tadinya berkembang karena panasnya makanan, sekonyong-konyong mengerut karena kena minuman yang dingin. Bila hal seperti ini sering terjadi, maka email akan retak dan gigi akan lebih mudah rusak.
Ø Cara membersihkan gigi
a) dengan tusuk gigi, tusuk gigi dapat menghilangakn makanan yang ada dalam celah antara gigi, tetapi tidak dapat menghilangakn sisa yang ada permukaannya. Keburukan tusuk gigi adalah dapat merusak email, bila menggunakan terlalu kasar.
b) Dengan sikat ggi. Cara ini paling bermanfaat. Yang penting dalam menggunakan sikat gigi adalah teknik dari cara menyikatnya. Sikat gigi harus digunakan demikian rupa, sehingga semua celah antara gigi dapat dicapai, dengan demikian dapat menghilangakn sisa makanan yang ada pada tempat itu. Kecuali ini juga digosokkan sehingga lapisan makanan yang pada permukaan gigi dapat dihilangkan. Menggerakkan sikat gigi ke kiri dan ke kanan sebenarnya salah, karena dapat merusak lapisan email yang tipis dan leher gigi. Yang baik adalah gerak ke atas ke bawah dan gerak putar untuk membersihkan permukaan gigi yang datar. Jangan lupa membersihkan pula bagian dari gigi yang berbatasan dengan lidah. Biasanya orang menyikat gigi dengan sikat gigi yang diberi obat gogok gigi (tooth paste). Obat ini memang dapat memberi rasa segar, tetapi tentang daya anti septic biasanya amat dibesarkan. Yang penting adalah ara menyikat, bukan macam toothpaste yang dipakai. Kadang kita melihat orang membersihkan dengan batu bata merah yang ditumbuk halus. Cara ini kecuali tidak bisa menghilangkan sisa makananyang ada di celah gigi, juga tentu akan merusak email gigi. Ada orang yang suka menyikat gigi dengan air hangat, ada yang suka dengan air dingin. Biasanya kalau air yang dipakai itu terlalu panas, maka bulu sikatnya menjadi lunak, sehingga brushing effect agak kurang sedikit. Setelah selesai membersihkan, sudah barang tentu sikat itu harus disimpan di tempat yang bersih dan kering dan harus sering di desinfeksi.
c) Dengan benang sutera. Ada suatu cara yang disebut “the flass silk method”. Pada cara ini digunakan untuk benang sutera yang khusus dibuat untuk itu. Benang itu dimasukkan antara gigi, lalu digerakkan, cara ini dapat membersihkan celah antara gigi dengan seksama. Bahayanya adala dapat merusak gigi bila kurang berhati-hati menggunakannya. Di Indonesia, cara ini belum lazim digunakan orang.
d) Dengan air soda. Dengan suatu alat tertentu air soda yang diberi suatu zat antiseptic disemprotkan ke dalam ronggamulut. Cara ini baik juga tetapi mahal. Di Indonesia, belum lazim.
Ø Memeriksa pada seorang ahli. Sekalipun gigi sudah dirawat baik, sering masih juga ada yang rusak. Jadi sebaliknya di samping itu prang perlu juga memeriksa gigi pada dokter gigi. Bila mungkin, periksalah gigi 2 kali dalam setahun, sekalipun tidak merasa nyeri. Bila penyakit gigi masih dalam tingkat permulaan, maka masih mudah untuk membetulkannya. Hingga kini pada umumnya orang baru pergi ke dokter gigi, bila rasa nyeri dari giginya sudah tidak tertahan lagi dan bila lubang pada gigi sudah besar. Sudah barang tentu sudah terlambat, karena gigi seperti itu tidak dapat dipertahankan lagi. Kecuali itu penyakit mungkin sudah menjalar ke akar gigi atau tulang rahang dan sebagianya.
3) Menggosok gigi pada waktu tertentu
Secara teori, maka tiap sehabis makan, orang harus membersihkan giginya. Bila orang membersihkan giginya 3 kali sehari, yakni pagi hari sesudah makan pagi, siang hari sesudah makan saing, dan malam hari sebelum tidur, hal ini adalah baik sekali. Tetapi biasanya orang hanya membersihkan gigi 2 kali sehari, yaitu pagi sesudah makan pagi (awas bukan pagi hari setelah bangun tidur) dan malam hari sebelum tidur. Lebih membersihkan gigi sebelum tidur malam penting sekali. Keterangannya adalah sebagai berikut: pada malam hari ludah yang dikeluarkan oleh kelenjar ludah sedikit sekali. Antiseptic alam yang terdapat dalam ludah itu dengan sendirinya akan kurang sekali. Bila gigi tidak bersih, sedangkan zat antiseptic tersebut kurang, maka penyakit lebih mudah timbulnya.
4) Caries Gigi
Di antara penyakit gigi yang penting untuk dikemukakan adalah caries gigi dan pyorrhoe. Caries (artinya busuk) adalah suatu keadaan, bahwa gigi menjadi lembek dan keropok, sehingga terjadi lubang pada gigi itu. Adapun sebabnya dapat dibagi dalam dua golongan, yakni:
a) Karena pertumbuhan gigi yang tidak sempurna. Hal ini dapat disebabkan karena:
Ø Selalu digunakan untuk memamah makanan yang lembek saja
Ø Karena kesehatan badan pada umumnya selalu terganggu
Ø Kekurangan vitamin D, kekurangan Calsium
b) Tidak sempurna perawatannya. Bila ada sisa makanan dalam celah antara gigi, maka sisa itu oleh basil (yang selalu ada dalam mulut kita), akan mengalami perubahn sehingga terbentuk suatu asam. Asam ini bila terus menerus berada dalam mulut, maka lama kelamaan dapat melunakkan email. Bila email sudah rusak, maka dentin pun akan lebih mudah lagi rusaknya. Lubang gigi makin lama makin besar dan dalam. Pada caries gigi dapat dibedakan beberapa penyakit.
Ø Baru email saja yang kena. Pada tingkat ini orang sama sekali tidak merasa nyeri. Yang terlihat hanya titik hitam yang kecil pada tempat itu
Ø Tingkat selanjutnya adalah email dan dentin kena. Pada tingkat ini bila orang itu makan atau minum yang panas, dingin atau makanan yang asam, akan terasa nyeri (linu, ngilu)
Ø Pada tingkat ketiga, pembusukan sudah lanjut ke rongga gigi. Orang akan terus menerus merasa nyeri giginya (cekot-cekot) dan juga sakit kepala. Hal ini disebabkan karean ujung saraf yang berada dalam sumsum gigi terangsang terus oleh toksin yang dibuat oleh basil.
Ø Pada tingkat keempat , pembusukan sudah mengenai seluruh rongga gigi. Rasa nyeri yang tadinya amat hebat, sekarang hilang. Hal ini disebabkan karean saraf yang terdapat rongga gigi sudah binasa akibat pembusukan itu.
Ø Tingkat yang terakhir ini dapat disusul oleh suatu abscess pada akar gigi yang busuk itu (asbces adalah timbunan nanah dalam rongga yang sebelumnya tidak ada). Proses pembusukan masih dapat menjalar terus. Nanah yang terdapat pada akar akan mencari jalan keluar. Bila menuju ke rongga mulut, maka nanah itu dapat diludahkan ke luar atau dapat pula ditelan, yang terakhir iini dapat menyebabkan penyakit lagi. Kemungkinan yang lain adalah nanah mencari jaaln dengan menembus tulang rahang dan kulit, baru nanah itu keluar ke permukaan. Bila penyakit sudah sampai ke tingkat ini, maka pengobatannya amat sukar. Maka operasi satu-satunya cara pengobatan yang dilakukan. Dengan cara singkat dan sederhana ambaran tentang penyakit gigi disebut caries gigi.
5) Pyorrhoe
Penyakit ini adalah penyakit gigi yang lebih suka menyerang orang yang sudah dewasa daripada menyerang anak. Sebenarnya adalah penyakit dari gusi, tetapi karena ada hubungan yang erat sekali dengan gigi, maka dapat dimasukkan pula penyakit gigi
Ø Gejalanya adalah sebagai berikut: gusi menjadi lunak dan lemah, sehingga akar gigi tidak dapat tertanam dengan kokoh dalam rahang. Karena gusi itu tidak lagi menahan leher gigi dengan keras, makaantara gigi dan gusi akan terjadi suatu kantung dapat menghimpun sisa makanan dan basil sehingga dapat memperhebat penyakitnya. Gigi kelihatannya menjadi panjang. Akhirnya gigi itu menjadi amat kendor tertanamnya dalam rahang, goyang dan akhirnya akan tanggal dengan sendirinya.
Ø Sebab dari pyorrhoe dapat diabgi dalam dua bagian
a) karena gusi yang tidak sehat. Hal ini disebabkan karena kurang massage, mungkin pula disebabkan kekurangan vitamin A dan vitamin C.
b) Karena tidak sempurna membersihkannya. Hasil akan berakibatkan timbunan sisa makanan dan basil.
Bila pyorrhoe masih dalam tingkat pertama, maka dokter gigi masih dapat menolongnya, tetapi bila sudah terlambat, sukarlah untuk mempertahankan gigi itu.
6) Karang gigi. Pada waktu bernafas, zat oksigen masuk ke dalam paru-paru dan gas asam arang dikeluarkan dari paru-paru. Bila gas asam arang ini bercampur dengan garam. Calcium (garam kapur) yang terdapat dalam ludah, maka akan terjadi endapan itu melekat pada gigi di sebelah atas gusi, maka disebut karang gigi di atas gusi. Bila terjadinya pada permukaan gigi antar gigi dan gusi, maka disebut karang gigi di bawah gusi. Karena gigi makin lama dapat makin besar dan tajam dapat melukai lidah atau gusi. Karean luka itu, ama akan mudah terjadi suatu peradangan yang berakibat pada gigi dan bagi kesehatna orang itu pada umumnya. Dokter gigi tentu akan membuang karang gigi yang mengganggu kesehatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar