Darah, Persediaan Darah dan Ilmu Kesehatan, di dalam Ilmu Kesehatan
(Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)
1) Susunan Darah
Dalam tubuh orang yang dewasa banyaknya kurang lebih 5 liter dan beratnya kurang lebih 1/13 dari berat tubuhnya. Darah dapat dibagi dalam dua bagian, yakni plasma darah dan sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan sel pembeku). Bila darah dituangkan dalam sebuah gelas, maka beberap jam antaranya akan terjadi pemisahan dalam cairan itu. Akan terjadilah dua lapisan: yang di atas disebut plasma darah yang warnanya agak kekuningan, lapisan bawah terdiri dari sel darah yang sudah mengendap, warnanya merah kehitaman dan disebut dadi darah.
2) Guna Dara, dalam tubuh kita mempunyai tugas tertentu, yakni:
a) Sebagai alat pengangkutan:
Ø Mengangkut zat makanan dari usus ke seluruh jaringan tubuh
Ø Mengangkut zat sampah dari jaringan tubuh kea lat pembuangan (CO2ke paru-paru, air kencing melalui ginjal, keringat melalui kulit, empedu melalui hati)
Ø Mengangkut hormone dari kelenjar endoktrin ke seluruh bagian tubuh.
b) mengatur suhu
c) menutup luka
d) merupakan benteng pertahanan tubuh terhadap hama penyakit
(sel darah putih dapat memakan basil yang masuk ke dalam tubuh, anti toksin yang terdapat dalam darah dapat menawarkan toksin yang dibuat oleh basil tersebut).
3) Kurang Darah
Istilah ini sering menimbulkan kekeliruan. Dikira bahwa seseorang yang menderita kurang darah, jumlah darah berkurang. Misalnya menjadi 4 liter, 3 liter, dan seterusnya. Anggapan ini salah. Yang kurang bukan jumlah liternya tetapi hemoglobin. Hemoglobin lazim disebut Hb, adalah zat warna yang memberi warna merah pada darah, terdapat dalam sel darah merah. Bila sel darah merah mengurang (dalam keadaan normal dalam 1mm3 darah ada 5 juta sel darah merah), maka orang akan tampak pucat. Mungkin pula jumlah sel darah merahnya normal, tetapi kadar Hb, dalam sel darh merah yang kurang. Maka orang dapat kelihatan pucat juga. Kurang darah dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya:
Ø Karena perdarahan (bila perdarahan keluar, ini mudah diketahui. Ada pula perdarahan ke dalam, misalnya ke dalam rongga usus, rongga perut, rongga dada. Hal seperti ini sukar diketahui, kecuali oleh seorang ahli)
Ø Karena penyakit infeksi
Ø Karena kurangnya unsure yang diperlukan untuk membentuk Hb, misalnya zat besi (Ferrum)
Ø Mungkin pula karena sumsum tulang tempat membuat sel darah merah rusak karena pengaruh penyakit, obat dan lain-lain. Dan masih banyak lagi sebab lain.
4) Gejala Kurang Darah
Orang yang kurang darah tampak pucat, kalau bekerja atau berjalan lekas penat dan nafas menjadi sesak, bila dari berjongkok kemudian berdiri sering kunang-kunangan (melihat bintang), tangan dan kaki sering kesemutan, sering pusing kepala. Gejala yang lebih keras lagi adalah pingsan. Orang yang diserang penyakit malaria atau penyakit cacing tambang akan menderita kurang darah. Penyakit tbc yang chronis pun akan menimbulkan gejala ini.
5) Pengaruh obat-obatan terhadap darah
Pemakaian beberapa obat-obatan dapat mempengaruhi pembuatan sel darah putih. Misalnya obat sulfa seperti sulfadiazine. Obat ini baik sekali untuk menyembuhkan bermacam-macam penyakit, tetapi bila orang yang diberinya tidak tahan akan obat ini atau memberikannya selama waktu yang lama, maka dapat mempengaruhi pembuatan sel darah putih. Akibatnya adalah sel darah putih dalam darah akan emnurun (dalam keadaan normal jumlah sel darah putih adalah kurang lebih 8000 buah per 1mm3darah). Dalam keadaan seperti ini orang mudah sekali diserang penyakit apapun, karena “balatentara” tubuh sudah berkurang. Kecuali obat sulfa, juga chloromycetin (obat yang dipakai terhadap penyakit typhus perut) dapat merusak sumsum tulang. Hal ini perlu saya kemukakan mengingat banyaknya pemakaian obat tanpa nasehat dokter. Semoga dengan keterangan singkat ini pelajar menjadi insaf benar akan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh obat. Jadi disamping membasmi penyakit, ada pengaruh lain yang kaalu tidak berhati-hati dapat merugikan diri sendiri. Sebenarnya obat itu racun. Tetapi bila pandai menggunakan racun itu, akan bermanfaat sekali.
6) Serum Darah
Serum darah adalah plasma darah yang sudah dihilangakn fibrinogen. Kita kenam bermacam serum misalnya serum tetanus, srum diphtheria, serum batuk rejan, dan lain-lain. Dalam hal ini yang dimaksud dengan serum adalah bagian dari darah yang mengandung anti toksin terhadap sesuatu penyakit.
7) Cara Membuat Serum
Seekor kuda disuntikan dengan basil diphterie misalnya. Tubuh kuda tentu akan emngarakan reaksi terhadap basil itu. Maka dibuat anti toksin terhadap diphterie.penyuntikan dengan basil diphterie diulangi beberapa kali. Kalau anti toksin dalam darah kuda sudah cukup banyak, maka darah kuda itu disadap. Darah itu kemudian diolah demikian rupa, sehingga terdapat serum yang mengadung anti toksin terhadap diphterie. Demikian pula cara pembuatan serum lain. Kecuali diambil dari tubuh kuda, ada pula serm yang diambil dari tubuh manusia (misalnya orang yang sudah dihinggapi penyakit gabagen, serumnya mengadung anti toksin terhadap penyakit tersebut). Serum yang diambil dari tubuh manusia antara lain adalah serum terhadap batuk rejan dan gabagen.
8) Peredaran Darah
Peredaran darah pada manusia adalah system peredaran darah yang tertutup. Darah mengalir dalam pembuluh, tak pernah keluar dari pembuluh itu, kecuali ada perdarahan (perdarahan adalah keluarnya darah dari dalam pembuluh darah). Motor yang menggerakkan darah hingga terus mengalir adalah jantung. Bila jantng untuk waktu yang singkat tidak berdenyut, maka orang akan pingsan. Bila agak lama sedikit, tentu akan terus mati.
9) Tekanan Darah
Karena denyutan jantung, maka akan timbul desakan dalam pembuluh nadi (arteri). Desakan ini dapat diukur dengan suatu alat pengukur tekanan darah. Dalam keadaan normal, tekanan darah pada orang dewsa adalah 120/80, artinya tekanan darah pada jantung kuncup (berkerut) adalah 120mmHg dan pada waktu jantung melemas, 80mmHg. Pada umumnya tekanan darah yang diukur adalah yang di lengan atas. Lebih sedikit dari 120mmHg dan kurang sedikit dari 80mmHg masih dalam batas normal. Pada penyakit ginjal tekanan darah meninggi. Ada suatu penyakit dengan tekanan darah tinggi (misalnya 200/140 atau lebih), tetapi tidak diketahui apa yang menyebabkannya. Penyakit ini disebut penyakit tekanan darah tinggi esensiil.
Gejala tekanan darah tinggi:
Singkatnya adalah sebagai berikut:
Ø Sakit kepala, lebih pada pagi haru sewaktu baru banguun tidur, rasa nyeri lebih berpusat di bagian belakang kepala. Sepanjang hari sakit kepala mengurang
Ø Sukar memusatkan pikiran, sering lupa
Ø Orang yang tadinya tenang, menjadi seorang yang pemarah. Karena hal yang kecil saja, amarahnya sudah meluap
Ø Sukar tidur
Gejala tersebut adalah gejala pada umumnya. Kadang ada pula yang hampir tidak mengalami gejala ini. Bila tekanan darah tinggi lama tidak diobati, lama kelamaan jantungnya akan mengalami perubahan pula, hingga gejala jantung akan lebih memburuk keadaan penderita. Jantung sering berdebar-debar, lekas jemu, pernafasan menjadi sesak dan pendek, jantungnya bengkak. Perihal tekanan darah tinggi ini seringkali ditanyakan oleh pelajar. Semoga dengan penjelasan ini pengetahuan umum pelajar bertambah sedikt. Salah satu bahaya dari penyakit ini adalah sekonyong-konyong pembuluh nadi dalam otak dapat pecah, hingga terjadi perdarahan dalam otak. Akibat yang mungkin terjadi adalah utbuh mati sebelah(dalam bahasa asingnya disebut hemiplegie). Bila perdarahannya hebat, maka dalam waktu yang singkat sekali orang dapat meninggal dunia. Penyakit ini banyak terdapat pada orang yang berumur 40 tahun atau lebih.
10) Golongan Darah
Pada dasarnya ada empat golongan darah pada manusia, yakni: golongan darah A, golongan darah B, golongan darah AB, dan golongan darah 0 (nol bukan o). ada sebabnya darah seseorang termasuk golongan A, darah orang lainnya B, dan sebagainya? Keterangan singkatnya adalah sebagai berikut:
Bila seseorang kehilangan ½ dari darahnya, keadaan orang itu belum berapa membahayakan, tetapi bila lebih dari ini yang hilang, orang itu dapat segera mati. Untuk mencegah ini ia dapat diberi darah dari orang lain. Tidak semua darah cocok denga ndarah orang itu. Lihatlah lebih lanjut. Seseorang yang bergolongan darah A, berarti bahwa dalam sel darah merah orang itu terdapat aglutinogen A, yakni suatu zat yang dapat dikumpulkan oleh agglutinin α (alfa). Agglutinin ini, tidak terdapat dalam darah orang itu. Yang ada adalah agglutinin β (beta). Kalau merumuskan golongan darah orang itu, maka rumusnya dalah sebagai berikut: golongan Aβ.
Seseorang yang bergolongan darah B berarti, bahwa dalam sel darah merah orang ini terdapat aglutinogen B, yakni suatu zat yang dapat digumpalkan oleh agglutinin β. Agglutinin in tidak terdapat dalam darah orang itu. Yang ada adalah agglutinin a. rumus golongan darah orang ini adalah: golongan darah Bα. Bila B dan β, bertemu atau A dan αbertemu, maka akan terjadi penggumpalan. Hal inilah yang harus dicegah apda transfuse darah. Transfuse darah adalah pemindahan darah dari seseorang ke orang lain.
Golongan darah AB artinya bahwa dalam sel darah merah terdapat aglutinogen A dan B. rumusnya adalah: golongan darah AB________. Aglutinin tidak ada.
Golongan darah 0, artinya sama sekali tidak ada aglutinogen. Rumusnya adalah: golongan darah 0αβ. Jadi ada agglutinin α dan β (alfa dan ebta). Misalnya seseorang yang bergolongan darah A mendapat luka parah hingga mengeluarkan darah banyak sekali. Maka ia memerlukan transfuse darah. Sebaiknya ia diberi darah dari golongan A juga. Apa akibatnya bila diberi darah dari golongan B? maka akan terjadi penggumpalan, mungkin sekali orang itu akan mati karena ini. keterangannyaL orang yang menerima darah disebut receiver. Pada orang ini cukup diperhatikan adanya agglutinin saja. Pemberi darah disebut donor. Pada saat ini cukup diperhatikan adanya aglutinogen saja. Jadi receiver A mempunyai agglutinin β, donor B mempunyai aglutinin B. maka terjadilah percampuran antara β (beta) dan B- penggulamapan. Golongan darah 0 disebut juga donor universal, karena dapat menerima semua golongan darah.
Golongan darah AB disebut juga receiver universal, karena dapat menerima semua golongan darah.
Yang terbaik adalah A dengan A, B dengan B, AB dengan AB, dan 0 dengan 0. Bila tidak ada, boleh dipakai golongan darah 0 untuk menolong.
11) Tindakan bila timbul perdarahan
Bila seseorang mendapat luka pada kulit, maka darah akan mengalir ke luar. Perdarahan ini dapat banyak, dapat pula sedikit. Hal ini bergantung pada tempat luka itu, pada dalamnya dan pembuluh darah mana yang kena. Perdarahan dapat dihentikan dengan memberi tekanan dengan kasa yang steril pada luka tersebut (bila lukanya kecil dan bersih). Bila perdarahan agak banyak, tekanlah pada tempat tertentu, sehingga menekan pada pembuluh nadi. Setelah perdarahan berhenti, berilah penderita teh panas atau kopi panas sebagai minuman penyegar. Bila banyak darah yang ekluar, hingga penderita tampaknya pucat lemah, kesadaran mulai merendah, nadinya cepat dan lemah, lekaslah bawa penderita ke rumah sakit. Mungkin ia memerlukan transfuse. Luka pada kulit memungkinkan bakteri masuk ke dalam tubuh. Bila pada kulit terdapat kotoran, jangan sekali mencuci luka itu dengan sembarangan air. Cobalah membersihkan luka itu dengan desinfektansia yang lunak (rivanol, waterstofperoxyde, dan lain-lain), atau air garam, kalau tidak ada, dapat pula dibersihkan dengan air yang matang. Membersihkannya dimulai dari tepi luka. Setelah itu tutuplah luka dengan kasa yang steril. Luka yang kecil dan tak dalam dapat diobati dengan cara mengolesi jodium-tinctuur atau mercurochroom pada luka itu. Bila luka agak besar dan dalam serta kotor, maka diperlukan pertolongan seorang dokter, mengingat bahaya yang mungkin timbul (tetanus, infeksi, dan lain-lain).
12) Digigit Ular Berbisa
Gigitan ular berbisa dapat menimbulkan kematian dalam waktu yang singkat sekali (beberapa jam). Tindakan yang harus segera dilakukan adalah mencegah penyebaran bisa ular itu dari tempat yang digigit ke lain bagian dari tubu. Hal ini dapat dikerjakan dengan membuat ikatan yang kuat antara luka gigitan dan jantung (bila lukanya terdapat pada tungkai atau lengan), karena ikatan ini bisa dapat terus sampai ke jantung. Sebagai alat pengikatnya dapat dipakai sembarang tali, asal saja kuat. Si korban harus berbaring dengna tenang dan selekas mungkin diangkut ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanut, dibuat dua luka sayatan yang bersilang pada tempat gigitan, demikian rupa hingga darah mengalir ke luar. Diharapkan supaya, bisa ular turut keluar dengan darah. Kemudian korban disuntik degnan serum anti bisa ular polyvalent. Dengan suntikan ini, maka bisa ular yang terdapat dalam darah diharapkan bisa di netralkan. Bila pertolongan dokter sukar didapat, maaka dikerjakan hal sebagai berikut: buatlah luka sayatan dengan pisau silet pada luka gigitan, setelah dibuat ikatan. Dengan demikian diusahakan supaya bisa ular yang sudah masuk apat keluar dengan darah. Menyedot pada luka gigitan pun dapat pula menolong. Bila tidak ada penyedot, dapat pula disedot dengan mulut, tetapi orang yang mengerkakan ini tidak boleh mempunyai luka pada mulutnya. Setelah itu cucilah luka tersebut dengan cairan kalium permanganate.
13) Cara Luka Menutup
Bila engkau mendapat luka, maka akan mengalir darah dari luka itu. Tak lama antaranya perdarahan berhenti dan luka tadi akan ditutup oleh suatu jraingan kehitaman. Apa yang menyebabkan perdarahan berhenti? Pada waktu terjadi luka, maka ada pembuluh darah yang terdapat dalam kulit turut rusak/ pecah. Maka isinya (darah) akan mengalir ke luar pembuluh itu. Keeping darah yang terapat bukan dinding pembuluh. Maka keeping itu akan pecahlah, dari dalam plasma darah akan bersentuhan dengan bagian yang dalamnya ke laur suatu zat yang disebut protrombin. Zat ini akan segera berubah menjadi thrombin, setelah berhubungan dengan garam Calcium dan tromboblastin, yakni zat yang terdapat dalam plasma darah. Thrombin ini dapat mengubah fibrinogen. (yakni yang terdapat dalam plasma darah dan larut di dalamnya) menjadi fibrin. Fibrin ini berupa benag halus yang menutupi luka, hingga semua sel darah terjaring olehnya. Dengan demikian peredaran berhenti dan luka menutup.
14) Elephantiasis (Kaki Gajah)
Elephantiasis adalah suatu penyakit yang ditimbulkan oleh sejenis cacing yang hidup dalam pembuluh getah being yang disebut filarial. Besarnya 5-8mm, dapat dilihat dengan mata, tetapi sukar ditemukan. Hewan ini adalah jenis yang sudah dewasa, bila banyak terdaptnya, dapat menyumbat perjalanan getah bening. Akibatnya adalah bendungan, hingga jaringan yang bersangkutan menjadi bengkak. Hal seperti ini banyak terjadi pada tungkai bahwa, dalam bahasa Indonesia disebut kaki gajah. Kadang bagian lain dari tubuh dapat pula diserang oleh penyakit ini. Anak filarial amat halus, tidak dapat dilihat dengan mata biasa, hidup dalam darah, disebut micro filarial. Pada siang hari hewan halus ini menghilang dari peredaran periferi, tetapi pada malam hari menampakan diri. Oleh karena itu maka pemeriksaan untuk mencari adanya microfilaria, dilakukan pada malam hari. Penjalaran: yang membawakan microfilaria dari satu orang ke lain orang lain adalah jenis nyamuk yang disebut culex, juga anopheles dapat membawa penyakit ini. Pencegahaan adalah menjauhkan diri dari nyamuk tersebut (seperti pada malaria). Pengobatannya: kini dapat dibuat orang obat yang dapat membunuh microfilaria dalam darah. Obat ini hetrazan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar