Alat Pernafasan dan Ilmu Kesehatan, di dalam Ilmu Kesehatan/ Respiratory Equipment and Health Sciences, at the Health Sciences FOR GENERAL MEDICINE

Alat Pernafasan dan Ilmu Kesehatan, di dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

1) Saluran pernafasan. Pada waktu manusia menarik nafas, maka udara masuk ke dalam paru-paru. Jalan yang ditempuh oleh udara, adalah: lubang hidung- rongga hidung- lubang hidung belakang- rongga tekak, batang tenggorok- cabang tenggorok- anak tenggorok-sampailah ke gelempung paru (alvoele). Dalam gelembung ini zat oksigen (O2) diambil oleh tubuh. Sebaliknya zat asam arang (CO2) dikeluarkan gelembung paru-paru ini. Waktu manusia mengeluarkan nfas, zat asam ini dikeluarkan.

Paru-paru

            Manusia mempunyai dua buah paru-paru. Keduanya terdapat dalam rongga dada. Yang sebuah terletak di sebelah kiri terdiri dari dua buah belah paru, yang lainnya sebelah kanan, terdiri dari 3 buah paru. Dalam keadaan normal, orang dewasa dalam keadaan istirahat bernafas 16-20 kali semenit. Bila berolahraga, maka pernafasan akan cepat. Ini adlaah sebagai usaha tubuh untuk mendapatkan zat oksigen lebih banyak (dalam keadaan aktif tubuh memerlukan zat oksigen lebih banyak dari normal). Juga pada waktu demam pernafasan menjadi lebih cepat (kebutuhan zat oksigen lebih banyak)

2) Gangguan pada saluran pernafasan

            Tentang bronchitis dan ashma. Kedua penyakit ini selalu ditanyakan oleh pelajar.

a) Bronchitis

            bronchitis adalah suaru radang dari bronchus (cabang tenggorok). Penyebab dapat bermacam-macam bakteri, misalnya kok, basil dan lain-lain

Ø  Gejala: batuk-batuk, biasanya mengeluarkan lnendir, rasa nyeri dan panas di dada bagian tengah. Pernafasan agak sesak dan sukar. Sering disertai kenaikan suhu. Bila bronchitis dibiarkan saja, maka lama akn menjalar ke paru-paru. Maka akan terjadi radang paru-paru. Gejala penyakit ini lebih keas. Orang yag banyak merokok sering menderita bronchitis yang menahun, batuk-batuk, tidak. Sedikit mengeluarkan lendir, tidak sembuh. Baru bila sama sekakli berhenti merokok penyakitnya hilang dengan sendirinya.

Ø  Penularan: droplet infection. Lai daripada benih penyakit sudah berada alam rongga hidung/ tekak manusia tanpa menimbulkan gejala apa-apa. Bila karena sesuatu hal (kehujanan, terlalu letih, kurang makan, sering sakit malaria, dan lain-lain) dapat menimbulkan penyakit tersebut.

Ø  Pencegahan: Pertama, menjaga kesehatan tubuh pada umumnya dengan memperhatikan keseimbangan kerja, istirahant, dan nilai makanan, dan menjaga kebersihan, Kedua, mencegah droplet infection.

Ø  Pengobatan: bergantung pada penyebabnya. Sering sulfa, suntikan peniciline, an lain-lain dapat menolong dengan baik.

Ø  Nasehat: bila ada batuk-batuk, mengeluarkan lendir, ada rasa nyeri dan panas di daerah dada bagian tengah, agak sesak pada pernafasan apalagi suhu tubuh meninggi, lekaslah pergi ke dokter. Mungkin bronchitis.

11) Asma

            Yang dimaksud dengan asma di sini adalah asthma bronchiale, dan lain asthma, yakni astma cardiale, disebabkan karena penyakt jantung. Dalam bahasa Indonesia: penyakit mengi, penyakit bengek, penyakit isak atau penyakit pengok. Penyakit ini tidak disebabkan oleh bakteri atau oleh hewan bersel satu seperti yang sering dikatakan oleh pelajar.

a) Sebab:

Ø  Karena zat telur hewan seperti telur, keju, udang, daging, ayam, dan lain-lain

Ø  Ada pula yang tidak tahu keadaan sekelilingnya, misalnya: bulu dari kucing, kuda, anjing, dan lain-lain

Ø  Ada lagi yang tidak tahan terhadap serbuk dari bunga tertentu atau debu permadani

Ø  Mungkin pula karena pengaruh kejiwaan

Ø  Factor keturunan pun sering disebut sebagai salah satu sebab dari ashma

Pada penyakt ini otot lingkar yang terdapat pada cabang atau anak tenggorok berkerut, juga selaput lendirnya membengkan, hingga jalan pernafasan amat sempit. Udara luar dengan susah dapt masuk ke gelembung paru. Pada waktu mengeluarkan nafas, udara lebih sukar lagi keluarnya. Karena itulah maka pernafasan penderita ashma menjadi amat sukar.

b) Gejala: sebelum datang serangan asma, penderita merasa agak sesak pernafasan. Rasa tertekan pada daerah tekak, banyak bangkis. Setelah itu datanglah serangan yang sesungguhnya: penderita duduk terbungkuk dnegna kedua tungkai terbuka, menuju kea rah jendela atau luar (sebagai usaha mendapatkan banyak udara). Otot pernafasan bekerja keras. Penderita tampak lesu dan lemah. Mengeluarkan nafas lebih sukar daripada menarik nafas dan diseratai dengan suara seperti pluit. Bila keras serangan ini, maka wajah menjadi biru. Suhu tubuh penderita selama serangan normal saja.

            Serangan asma ini berlangsung beberapa jam lamanya, kadang sampai berhari-hari. Setelah disuntik dengan andrenalin biasanya gejala pernafasan menjadi reda. Dalam setahun, serangan seperti ini sampai berkali-kali. Kadang bertahun-tahun ini tidak datang.


            Penderita asma baiknya selalu di bawah pengawasan dokter. Bila dibiarkan, lama-lama dapat berpengaruh buruk pada jantung dan dapat menimbulkan penylit dari alat tubuh ini. Latihan pernafasan pada pagi hari dan sore hari baik sekali bagi penderita asma. Penyakit yang menyerang paru-paru ada banyak, antaranya yang perlu dikemukakan adalah radang paru-paru (pneumonia) dan tbc paru-paru. Sudah barang tentu penyakit asma tidak menular.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar