Pengelolaan Pariwisata Malaysia/ Management of Tourism Malaysia FOR GENERAL GENERAL

Pengelolaan Pariwisata Malaysia

(Sumber: Baidhowi, Ahmad.2013. Seluruh Warga Jadi Agen, Lihai Munculkan Ikon. Surabaya: Jawa Pos Edisi Kamis 4 Juli 2013.)

          Urusan mengelola industry pariwisata, Malaysia punya resep mujarab untuk ukuran Negara di Asia. Berjibun predikat mentereng pun melekat di negeri jiran itu. Berikut laporan wartawan Jawa Pos Ahmad Baidhowi yang baru kembali dari Kuala Lumpur.


Negara kesembilan paling banyak dikunjungi turis aasing sedunia, Negara kesepuluh yang paling ramah sedunia, kota tujuan belanja terbaik keempat sedunia (Kuala Lumpur). Kota tujuan belanja terbaik ke dua di Asia Pasifik (Kuala Lumpur. Itulah sederet predikat yang disandang Negara bekas koloni Inggris itu. Negara seluas 329,8 kilometer persegi (sekitar seperlima luas Indonesia) dengan 29 juta penduduk itu merupakan contoh negara yang sukses mengembangkan industry pariwisata. Pada 2012, Malaysia mampu menggaet 25,03 juta wisatawan mancanegara. Penerimaan devisanya sangat besar, hingga RM 60,6 miliar atau sekitar Rp187 triliun. Sebagai gambaran, tahun lalu kunjungan turis asing ke Indonesia tercatat hanya 8,04 juta. Itu merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Adapu penerimaan devisa tercatat USD 9,1 miliar atau sekitar Rp84 triliun. Menteri Pelancongan dan Kebudayaan Malaysia Datuk Sei Nazri Abdul Aziz mengatakan, pihaknya kini mengincar target kunjungan turis asing terbesar sepanjang sejarah. Yakni, 28 juta orang dan penerimaan devisa RM116 miliar (sekitar Rp359,6 triliun). “Ini target besar program Visit Malaysia 2014,” ujarnya di kompleks Putrajaya, Malaysia. Malaysia memang “all-out” menggenjot industry pariwisata. Di hadapan sekitar 30 ribu pengunjung local dan turis asing yang memadati kawasan danau Putrajaya, Abdul Aziz meminta seluruh warga Malaysia menjadi agen pemerintah memromosikan wisata. “Ini adalah misi nasional. Seluruh warga Malaysia punya tanggung jawab mendukung Visit Malaysia 2014,” katanya lantang. Mengusung tagline “Malaysia Truly Asia”, Negara yang memiliki semboyan “Bersekutu Bertambah Mutu” ini sangat gencar mempromosikan destinasi wisatanya. Iklan di media elektronik dan cetak digarap dengan begitu bagus dan ditayangkan di puluhan Negara. Malaysia menyasar turis asing dari berbagai segmen, seperti pebisnis, keluarga,wisata religi, maupun penggemar olahraga. Pusat perbelanjaan merek ternama hingga Petaling Street yang merupakan pusat belanja oleh-oleh dengan harga miring pun tersedia. Malaysia juga lihai memunculkan ikon wisata. Setelah menara kembar Petronas atau Twin Tower di Kuala Lumpur menjadi landmark paling popular di Malaysia, kini muncul Putrajaya yang naik pamor sebagai destinasi wisata popular. Kota modern yang dibangun pada masa PM Mahathir Muhamad dan menelan dana hingga USD 1,8 miliar  (sekitar Rp80 triliun) ini merupakan pusat pemerintahan baru Malaysia. Kantor pejabat (kementrian/ lembaga) yang semula ada di Kuala Lumpur, dipindahkan ke kompleks seluas 5000 hektare, sekitar 25 kilometer sebelah selatan kuala Lumpur. Karena dibangun di atas lahan yang dulu hutan dan perkebunan kelapa sawit serta karet, Putrajaya ibarat kota modern yang terletak di tengah hutan dan danau. Puluhan gedung pencakar langit menjadi kantor pemerintah, dibuat dengan arsitektur modern yagn jauh dari kesan membosankan. Jembatan yang melintasi di atas danau buatan pun dibangun dengan gaya arsitektur unik. Mirip berbagai jembatan terkenal di berbagai Negara, seperti Perancis dan Belanda. Datuk Muhammad Hai Tamin Naib, presiden kanan Perbadanan Putrajaya (semacam wakil wali kota) mengatakan, pada 2012 jumlah pelancong atau turis yang berkunjung ke Putrajaya mencapai 1,8 juta orang. Tahun ini jumlah turis diperkirakan menembus 2,5 juta orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar