Mengetahui tentang Olahraga hoki di dalam air (Underwater Hockey)
(Sumber: Taryana, Yana.2013. Radar Madiun Edisi Senin 24 Juni 2013. Madiun: Jawa Pos.)
Ada olahraga baru yan semakin digemari warga Jakarta. Yaitu, hoki di dalam air. Olahraga yang masuk Jakarta tiga tahun lalu itu kini memiliki komunitas tersendiri. Namanya adalah Jakarta Underwater Hockey Club (JUHC). Suara pluit memecah kesunyian. Seorang wasit memberikan aba-aba kepada dua tim yang akan bertanding. Para pemain tampak bersiap di setiap ujung kolam renang yang berukuran 20 meterX25meter dengan kedalaman 3 meter itu. Tidak lama kemudian, para pemain langsung menceburkan diri ke kolam renang. Permainan hoki air dimulai. Sontak, kesunyian kolam renagn Gelora Bung Karno, Senayan, berubah menjadi riuh teriakan dan riak air sore itu. Kondisi air kolam langsung bergelombang. Dua tim yang bertanding hoki tersebut adalah para anggota Jakarta Underwater Hockey Club (JUHC). Permainan hoki air sebenarnya mirip dengan hoki di darat. Yakni, sama-sama berlomba untuk memasukkan bola hoki atau “puck” ke gawan lawan. Bedanya, hoki air memerlukan keahlian “skin diving” (selam dangkal). Tiap tim terdiri atas 10 pemain. Mereka terbagi menjadi enam pemain inti dan empat cadangan. Par pemain cadangan bertugas untuk mengganti pemain inti setiap tiga menit sekali. Maklum, pertandingan hoki air sangat menguras nafas. Karena itu, waktu pertandingan hanya 15 menit. Bola atau “puck” yang digunakan berbeda dengan hoki darat. Biasanya, “puck” terbuat dari plastic. Namun, bola hoki air terbuat dari aluminium yang dilapisi karet. Beratnya sekitar 1,8 kg. hoki air memerlukan beberapa perlengkapan dasar seperti stik, kacamata renang, “snorkel” atau selang bantu nafas, dan spatu katak atau “fins”. Selain itu, pemain membutuhkan sarung tangan yang berlapis karet, pelindung kepala, serta pelindung gigi. Ukuran stik berbeda dengan hoki darat. Kalau di darat, panjang stik sekitar 1 meter, sedangakn stik hoki air hanya 20 sentimeter. “Kalau bahannya sama, yakni kayu atau fiber,” ujar Public Relations (PR) JUHC Shasa Sigit. Menurut Shasa, JUHC merupakan klub hoki air pertama di Indonesia. Meski hoki air ini sudah ada dari 1954, tetapi masuk Indonesia baru tiga tahunan. Yakni, pada 2010. Olahraga tersebut kali pertama dibawa warga Indonesia yang bekerja di Singpura. Dia adalah Christianto Sahat. Di Indonesia, Christianto membuat klub hoki air dengan mempersatukan klub penyelam dan perenang. “Awal dibentuk hanya ada enam anggota,” tuturnya. Berbagai cara dilakukan untuk memperkenalkan hoki air di Indonesia. Salah satunya memanfaatkan jejaring social seperti Facebook dan twitter. Setelah sekian lama berpromosi, upaya itu berhasil. Hoki air berhasil diminiati kalangan pelajar SMA, Mahasiswa, sampai orang kantoran. “sekarang anggotanya ada 200 orang,” kata Christianto. Meski olahraga itu baru tiga tahun masuk Indonesia, JUHC sudah mengikuti beberapa pertandingan antarklub di wilayah Asia. Meski tidak masuk olimpiade, tetapi komunitas olahraga tersebut ada di seluruh dunia. Karena itu, selalu ada kompetisi yang diadakan di beberapa Negara. Baik di Asia, Eropa, Australia maupun Amerika. “Akhir November sampai awal Desember 2013 ada pertandingan yang diadakan Asia Underwater Hockey Club (AUHC) di Manila, Filipina,” ucap Christianto. JUHC akan mengirim dua tim dalam kejuaran tersebut. Yakni, satu tim putri dan satu tim putra. Saat ini, semua anggota JUHC di Jakarta hampir setiap Senin dan Kamis selalu berlatih. Namun, tidak semua yang bisa hadir. Di antara 200 orang anggota, hanya sekitar 60 orang yang rajin berlatih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar