Mengetahui tentang Nakizumo (Criying sumo)
(Sumber:_.2013. Long Life Sumo. Surabaya: Deteksi Jawa Pos Edisi Selasa 2 Juli 2013.)
Bukan hanya para “rikishi” yang beradu kekuatan untuk menang. Bayi di Jepang juga siap berkompetisi di “nakizumo” (crying sumo). Bedanya, bayi itu beradu kekuatan dalam hal menangis.
Semua Cuma ada di kontes “nakizumo” (crying sumo). Kontes “nakizumo” (crying sumo) adalah kontes yang mempertemukan dua bayi yang digendong para “rikishi”. Tiap rikishi berhadapan dengan membawa bayi yang sudah siap untuk ditandingkan. Jika permainan sumo selalu mengandalkan kekuatan dan otot mereka untuk menggulingkan lawan, “nakizumo” (crying sumo) punya aturan berbeda. Di kontes itu para pesumo menggendong tinggi sang bayi yang masih imut dan lucu. Kemudian, mereka berusaha membuat bayi menangis secepat mungkin. Bayi yang berhasil menangis duluan keluar sebagai pemenang! Hampir sama dengan pertandingan sumo, “nakizumo” (crying sumo) juga dihadiri “gyoji” sebagai wasit pertandingan. Kalau bayi menangis secara bersamaan, “gyoji” yangakan menentukan pemenang kompetisi itu. Caranya adalah mendengarkan tangisan tiap bayi. Bayi yang menangis lebih kencang daripada lawannya akan dinobatkan sebagai pemenang “nakizumo” (crying sumo). Tidak kalah tua dengan olahraga sumo, kompetisi “nakizumo” (crying sumo) jug sudah berumur 400 tahun. “nakizumo” (crying sumo) pun dilaksanakan setiap tahun di beberapa kuil Jepang, mirip dengan turnamen sumo. Tradisi yang berlangsung sejak awal zaman Edo itu sering membuat para penonton tertawa. Lucunya, pesumo yang berusaha keras membuat sang bayi menangis jadi tontontan lucu tersendiri. Bahkan, tidak jarang, bukannya menangis, justru beberapa bayi tertawa karena ulah pesumo itu. Kalau sudah seperti itu, sang hakim sumo ikut berperang memancing tangis para bayi. Sambil mengenakan topeng besar seram, hakim somo memerintahkan si bayi sambil menyuarakan “Nake, nake” atau dalam bahasa Indonesia berarti menangis. Acara yang tak pernah sepi diikuti ratusan bayi itu memiliki sejarah atau kepercayaan yang kuat bagi masyarakat Jepang. Bagi mereka, “nakizumo” (crying sumo) merupakan salah satu doa untuk kesehatan bayi. Mereka percaya, kompetisi itu mampu mengusir roh jahat yang mengganggu sang bayi. Tradisi yang berusia ratusan tahun itu tak kekang oleh zaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar