Artikel mengenai Manfaat Jenggot dan Kumis untuk Kesehatan
(Sumber:_.2013. Jenggot dan Kumis Bermanfaat untuk Kesehatan Pria. Madiun: Radar Madiun Jawa Pos Edisi Selasa 21 Mei 2013.)
Memelihara jenggot dan kumis tidak hanya untuk menambah penampilan para pria. Ternyata kedua jenis rambut yang tumbuh di bagian wajah itu gunanya bagi kesehatan pria. Apa saja manfaatnya?
Pertama, sebagai pelindung dari sinar matahari. Sebuah studi terbaru dari University of Shoutern Queensland mengungkapkan jenggot dan memberikan perlindungan signifikan dari sinar matahari yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan kanker kulit. Peneliti menemukan bagan tubuh yang tertutup kumis dan cambang rata-rata tiga kali lebih sedikt terpapar sinar UV dibandingakn dengan bagian tubuh yang tidak tertutup rambut apapun. Faktanya, jenggot memberikannnya perlindungan terhadap sinar matahari hingga 90-95 persen, bergauntung panjangnya jenggot. “Secara umum rambut memang melindungi terhadai sinar matahari. Karena itu, wanita tak begitu mengalami kerusakan kulit akibat sinar matahari jika rambutnya menutupi baian belakang leher dan bagian samping wajahnya,” ungkap Dr. Nic Lowe, pakar dermatologi terkemuka di London. Teori lain dinyatakan lain Sallis, seorang konsultan trikologi. Menurut dia, cahaya memancar dalam bentuk garis lurus tapi ketika bertabrakan dengan jenggot yang keriting, maka jenggot itu akan memerah cahayanya sehingga tak pernah mencapai kulit.
Kedua, mencegah srangan asma. Pria yang asmanya dipicu oleh serbuk bunga dan debu dapat terlindungi oleh kumis dan jenggot yang lebat. “Kumis yang menutupi area hidung dapat menghambat pemicul alergi atau allergen masuk ke dalam hidung dan terhirup masuk ke paru-paru,” kata Carol Walker, pakar rmbut medis dan pendiri Birmingham Trichology Centre.
Ketiga, memperlambat penuaan. Rambut yang tumbuh di wajah dpat membantu menjaga kulit agar tetap awet muda dan sehat. “Dengan kata lain rambut itu menjaga agar kulit tetap lembab dengan melindunginya dari angin yang dapat mengeringkan kulit dan mengganggu upaya perlindungan terhadap kulit,” ujar Dr. Lowe. Dia menyarankan, jika memakai pelembab usahakan agar juga memberi pelembab di kumisdan jenggot. Itu lebih baik daripada mengoleskan pelembab pada bagian wajah yang tak berambut atau telah dicukur karena lebih mudah terhapus.
Keempat, melawan batuk. Menurut Carol Walker, jenggot tebal yang tumbuh di bawah dagu dan leher akan meningkatkan temperature leehr serta membantu melawan demam dan batuk. “Rambut adalah semacam insulator yang dapat membuat Anda terus merasa hangat. Jenggot yang panjang dan tebal juga dapat menjeba udara dingin dan meningkatkan suhu leher sehingga Anda bisa bertahan di bawah cuaca dingin,” tukasnya.
Kelima, mencegah ruam kulit. Justru, jika malas bercukur itu tandanya kulit terhindar dari ruam kulit. “bercukur itu merupakan penyebab utama infeksi bakteri pada bagian tubuh yang tertutup jenggot. Aktivitas ini dapat berakibat pada ruam akiat pisau cukur, rambut tubuh ke dalam kulit dan “folikulitis” (infeksi folikel) rambut yang menyebabkan munculnya bintik di kulit,” ungkap Dr. Mrtin Wade, konsultan dan pakar dermatologi dari London Skin and Hair Clinic.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar