Mengetahui tentang: Defensive Footwork, Free Throw, Fitness, Active Rest & Reovery, di dalam Bola Basket
(Sumber: _.2013.Lima Filosofi Menuju Kesempurnaan. Surabaya: DBL Camp 2013 Jawa Pos Edisi Senin 1 Juli 2013.)
Lima elemen penting menjadi filosifi Development Basketball Camp (DBL) 2013. Kelima filosif tersebut adalah disiplin, kerja keras, pride (kebanggaan), quickness (kecepatan), serta skillful (terampil). Semua filosifi penting ini wajib diterjemahkan dan diharapkan secara menyeluruh oleh semua “camper”. Salah satu penerapan paling fundamental adalah sesi “skill station drill” di DBL Arena Surabaya kemarin. Sebanyak 247 “stundent athlete” (125 putra dan 122 putri) mati-matian untuk memperebutkan posisi 50 besar. Sesi latihan itu berfokus pada peningkatan kemampuan individual. Ada empat”skill station: yang diberikan para pelatih World Basketball Academy (WBA) dan NBL Indonesia. Empat “skill station” yang harus dilalui oleh para “camper” tersebut adalah “fitness, active rest and recovery, defensive footwork, dan free throw”. Pada setiap “station”, para camper dituntut untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Para pemain merasakan bahwa materi yang diberikan para pelatih sangat padat dan fundamental. Materi ini sangat berguna untuk meningkatkan “skill” dan ketahanan fisik para camper. “Program di DBL Camp ini sangat menguras tenaga. Namun, banyak efek positif yang bisa didapat,” ujar Arlissa, camper asal SMAN 70 Jakarta. Hal ini camper akan kembali merasakan empat skill station drill. Namun, materi pelatihan yang diberikan berbeda dengan sebelumnya.
A) Defensive Footwork. Di adlam latihan station defensive footwork, terdapat beberapa titik tekan yang menjadi utama. Di antaranya, keseimbangan. Yakni, badan pemain terletak dalam posisi bahu rendah dan melebar dalam posisi menghadap pemain lawan yang membawa bola. Titik penting lain adalah kepala tetap tegak dengan dagu mendongak ke atas.
B) Free Throw. Tembakan free throw bisa menentukan kemenangan meskipn kadang sreing diremehkan. Kembangan teknik berlatih dengan rutin. Camper harus dipercaya diri saat melakukan “shoot”. “Game free throw” juga bagus dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi dan akurasi permainan.
C) Fitness. Hampir semua champer yang mengikuti empat “skill station drill” mengungkapkan, materi latihan ini merupakan station yang paling berat. Ada tiga sirkit untuk melakukan “fitness” yang baik dan efektif. Sirkuit pertama adalah melatih kekuatan tubuh seperti perut, tubuh bagian atas, dan kaki. Sirkuit kedua berupa “agility” alias kelincahan dan power. Latihan ketiga adalah “fitness” dengan spesialisasi gerakan dalam basket.
D) Active Rest and Recovery. Setelah menjalani tiga station yagn melelahkan, para camper memerlukan active rest and recovery. Ada beberapa baian tubuh yang harus dilatih agar terus prima dan menghindarkan diri dari cedera. Di antaranya, betis, otot quadriceps, hamstring, selangkangan, pinggul, tubuh bagian atas (dada, punggung, dan bahu).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar