Artikel tentang Cara Berhutang/ Articles on How to Owe FOR GENERAL GENERAL

Artikel tentang Cara Berhutang

(Sumber:_.2013.Bawa Duit Lebih Nggak, Bro?.Surabaya: Jawa Pos Edisi Sabtu 29 Juni 2013.)

            Boleh pinjam uangmu dulu? Belum dikasih uang dari orang tua. Sumpah, minggu depan aku kembalikan. Hari ini masih utang aja sih. Nggak sopan! Mau gimana lagi, namanya saja terdesak. Belum lagi sekarang harga bensin semakin mahal. Sudah tidak usah banyak alasan. Kalau orang dulu bilang utang itu tidak “ilok” atau “pamali”, menurut respondet (respon Detik), utang itu sebagian daripada pertemanan. Lihat, 70,3 persen respondet (respon Detik) mengaku bahwa mereka pernah berhutang kepada temannya. Memang buat apa sampai harus berhutang segala? Langsung aja kita dengar cerita teman yang selalu ngutang.

            Salah satunya ada Prismeida Putri, respondet (respon Detik) dari Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Surabaya, terpaksa berhutang ke temannya lantaran uang yang dibawa tidak cukup saat harus membayar barang belanjaannya. Cerita ini awalnya saat Meida dan temannya sedang “hang  out” ke salah satu pusat perbelanjaan. Namanya juga cewek. Sekali lihat barang yang lucu pasti ingin langsung dibeli. Kebetulan saat itu ada satu baju yang mencuri perhatian Meida. Niat buat membelinya makin bergelora. Apa daya uang di dompet tidak sampai. “Waktu itu aku lihat isi dompet, ternyata uangku kurang. Sayang banget, aku terlanjur suka dengan baju itu,” ujar siswi kelas XII tersebut. Karena terlanjur ingin, Meida akhirnya memutuskan untuk pinjman uang kepadada salah sahabat karib. Untungnya, sang teman baik Meida itu membawa uang lebih. Kalau Meida tadi utang karena tidak bosan menahan nafsu ingin membawa pulang baju idaman.

Lain lagi cerita Altvin Tri Kaesar yang terpaksa berhutang untuk menutup kekurangan bayar uang SPP. Wah ternyata Alvin senasib sama 4,8 persen respondet (respon Detik) yang lain. Salah seorang respondet (respon Detik) asal Sekolah Menengah Atas Giki 2 Surabaya itu terpaksa utang karean uang yang seharusnya digunakan bayar SPP hanyut. Hanyut? Iya, hanyut dipakai jajan maksudnya. “nggak sadar gitu, uang SPP tercampur dengan uang saku. Jadi, aku pakai buat jajan,” ujar Alvin. Mau minta ke orang tua takut dimarahi. Alhasil, Alvin memilih untuk meminjam uang dari teman dekatnya. Akhirnya, uang Rp200000 pemberian sang teman berhasil menyelamatkan Alvin. Karena Alvin selalu mengembalikan tepat waktu, temannya pun tidak ragu untuk memberi pinjaman lagi.


Ada lagi versi hutang ala Anita. Area kantin merupakan hal yang sangat biasa terjadi bagi Anita Rahmadin, salah seroang respondet (respon Detik) asal Sekolah Menengah Pertama 38 Surbaaya. Anita tidak menghitung sudha beberapa kali dia hutang kepada teman saat jajan bersama di kantin. Hal yang sama ternyata dilakukan temannya saat kurang membayar makanan. “Biasanya, kalau lagi kebanyakan jajan, uang aku sering kurang. Jadi, ya minta ditambahai abak-anak,” beber siswi yang duduk di bangku kelas VIII itu. Lantaran sudah biasa, teman Anita tanpa keberatan memberi pinjaman uang. Jumlahnya memang tidak banyak, hanya seribu dua ribu. Masalah pengembalian tidak repot. Mereka sering bergantian membayar jajan di kantin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar