Artikel mengenai Pengalaman Hutang Tipe Anak Kos
(Sumber: Pamungkas, Genrifinadi.2013.Bawa Duit Lebih Nggak, Bro?.Surabaya: Jawa Pos Edisi Sabtu 29 Juni 2013.)
Nasib naak kos itu memang tidak bisa jauh dari yang namanya impitan financial. Hutang sudah biasa dilakukan anak kos untuk menyambung hidup. Hanya, sebagai bagian dari anak kos, aku malah merasa bahwa hutang bakal menyulitkan hidup. Jujur, ada perasaan takut buat urusan hutang ke teman. Karena, baik di keluarga maupun agama, aku diajarin buat tidak terlibat hutang piutang. Meski hanya terbilang kecil, tanggung jawab untuk membayar hutang bakal menghantui aku setiap hari. Lagi pula, aku juga pernah punya pengalaman tidak enak sebagai oang yang memberi pinjaman. Ceritanya, salah satu teman lagi terkena musibah. Untung, aku punya uang simpanan. Ya sudah, aku pinjamin saja ke dia. Temanku itu janji bayar sebulan setelah kejadian. Sebluan setelah itu, aku lagi butuh uang untuk bayar kos. Ingat kalau masih ada “tabungan” di temanku, langsung saja aku tagih. Bukan malah dpat uang, dia malah ngomel. Padahal, aku pikir, seharusnya aku yang bersikap begitu. Dia malah nyolot duluan. Sejak itu, aku jadi sadar bahwa transaksi hutang piutang memang kurang baik, karena bisa menimbulkan diskriminasi kasta antara si pengutang dan yang memberi hutang. Jadi, untuk kamu yang belum pernah mencoba transaksi hutang piutang, jangan coba-coba deh.
(Dari: GenrifinadiPamungkas alias Ge Pamungkas (Comic Stand-Up Comedy)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar