Artikel mengenai Asam Urat, bagian 3
(Sumber: _.2013.Bila Asam Urat Sudah Meninggi, Kristalnya Tertimpun di dalam Sendi. Madiun: Radar Madiun Edisi Jumat 28 Juni 2013.)
Salah satu penyakit yang kerap mendera mereka yang sudah berumur 40 tahun ke atas adalah penyakit gangguan asam urat. Menurut para ahli kesehatan, penyakit ini merupakan bagain dari ratusan jenis penyakit rematik. Asam urat itu sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh, tapi bila kadarnya berlebih, ia akan tertimbun dalam bentuk kristal asam urat di sendi. Ini dapat menyebabkan munculny penyakit arthritis, yang disertai gejala nyeri sendi. Kadar asam urat darah pria normal adalah 8mg/dl dan wanita 7mg/dl. Gangguan metabolism menyebabkan terjadinya penumpukan asam urat pada jaringan sendi, yang menyebabkan kadarnya meningkat. Gangguan itu bisa berupa ketidakmampuan ginjal membuang asam urat yang berlebih melalui urine. Terkadang timbunan Kristal asam urat itu berada di ginjal, yang menyebabkan batu ginjal, yang disertai gejala nyeri pinggang. Gangguan oleh penyakit asam urat erat berhubungan dengan pola makan. Untuk menghindari atau menurunkan kadar asam urat dalam darah, diperlukan diit rendah purin. Karena itu, hindarilah makanan berkadar purin tinggi (100-1000mg/100g), seperti otak, hati, jantung, ginjal, jeroan kaldu, daging bebek, ikan sarden, makarel dan kerang. Sedangkan makanan yang mengandung purin sedang (9-100mg/100g) sebaiknya dibatasi, seperti daging ayam, udang, tahu, tempe, asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, dan melinjo. Untuk menghindari dan menanggulangi asam urat berlebih, minum obat bukan solusi yang baik karena obat memiliki efek samping. Yang lebih baik dikonsumsi adalah antioksidan alami dari tanaman. Antioksidan secara umum terbagi dua: larut dalam air (hidrofilik) dan larut dalam lipit (hidrofobik). Vitamin C (asam askorbat) adalah contoh antioksidan yang larut dalam air, dan vitamin E (tokoferol) yang larut dalam lemak. Keduanya selama ini dikenal sebagai antioksidan yang sangat ampuh. Selain keduanya, juga dikenal antioksidan ampu lain seperti glutation dan melatonin. Dalam mengatasi berbagai penyakit, termasuk asam urat, antioksidan ini mencegah terjadinya reaksi oksidasi dalam tubuh yang diakibatkan oleh radikal bebas penyebab penyakit. Di mana kita bisa mendapatkan kedua antioksidan itu? tentu saja sumbernya banyak. Namun, salah satunya adalah biji kedelai. Selain mengandung vitamin C dan vitamin E, biji kedelai juga memiliki suatu senyawa bioaktif yagn punya sifat antioksidan. Namanya isoflavon. Dalam bukunya “Isoflavon”, Dr. Hery Winarsi mengatakan, isoflavon berpotensi melindungi sel tubuh dari kerusakan oksidatif sehingga struktur membrane sel tetap utuh dan dapat berfungsi dengan baik. System pertahanan yang baik membuat tubuh bisa bertahan dari serangan berbagai penyakit. Termasuk, tentunya, penyakit akibat asam urat tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar