Mengetahui tentang Candi Gampinghan, di Yogyakarta/ Knowing about Gampingan temple, in Yogyakarta FOR GENERAL GENERAL

Mengetahui tentang Candi Gampingan, di  Yogyakarta

(Sumber: Sari, Ina Parawita. 2007. Jogja Punya Ceria. Jakarta: AzkaMuliaMedia.)

          Tak semua candi memliki relief cantik yang khas, karena umumnya hanya di hias oleh arca dan relief umum yang terdapat hampir di semua candi. Salah satu yang memiliki relief cantik yang khas itu adalah Candi Gampingan, sebuah candi yang ditemukan secara tak sengaja oleh perajin batu bata di Dusun Gampingan, Piyungan, Bantul pada tahun 1995. Meski ukurannya kecil dan sudah tak utuh lagi, Candi Gampingan yang masih kaya akan relief yang memesona. Salah satu relief cantik yang bisa dijumpai di candi ini adalah relief hewan yang ada di kaki candi. Relief hewan di Gampingan begitu natural hingga bisa diketahui jenis hewan yang digambarkan. Cukup jarang candi yang memiliki relief demikian, setidaknya hanya Candi Prambanan dan Candi Mendut yang dikenal memiliki relief serupa. Semua relief itu dihias dengan latar sulur-suluran, yaitu padmamula (akar tanaman teratai) yan diyakini sebagai sumber kehidupan. Saat berkeliling, tampak jenis hewan yagn mendominasi adalah burung. Terdapat relief burung gagak yang tampak memiliki paruh besar, tubuh kokoh, sayap mengembang ke atas, dan ekor berbentuk kipas. Ada pula relief burung pelatuk yang digambarkan memilki jambul di atas kepala, paruh yang agak panjang dan runcing, serta sayap yang tidak mengembang. Selain itu, ada juga ayam jantan yang memiliki dada membusung dan sayap mengembang ke bawah. Pembuatan relief burung dalam jumlah banyak di candi ini berkaitan keyakinan masyarakat saat itu terhadap kekuatan transedental burung. Diyakni, burung merupakan perwujudan para dewa sekaligus pembawa pesan dari alam para dewa atu nirwana. Burung juga berkaitan degnan kebebsan absolute manusia yang dicapai setelah berhasil meninggalkan kehidupan duniawi, lambang jiwa manusia yang lepas dari raganya. Relief hewan lain yang juga banyak digambarkan adalah katak. Masyarakat saat itu percaya bahwa katak memiliki kekuatan gaib yang mampu mendatangkan hujan, sehingga katak juga dipercaya mampu meningkatkan produktivitas, karena air hujan yang didatangakn katak bisa meningkatkan hasil panen. Katak yang sering muncul dari air juga melambangkan pembaharuan kehidupan dan kebangkitan menuju arah yang lebih baik. Hingga kini, relief itu masih menyisakan pertanyaan, apakah sebuah fable (cerita hewan yang didongengkan pada anak-anak) seperti di Candi Mendut atau gambaran hewan yang sengaja dibuat untuk menunjukkan maksud tertentu. Pertanyaan itu muncul sebab gambaran hewan seperti di Candi Gampingan tak ditemukan dalam kitab yang memuat fable, seperti Jataka, Sukasaptati, Pancatantra, dan versi turunannya. Candi Gampingan yang diperkirakan dibangun antara 730-850 Masehi diyakni merupakan tempat pemujaan Dewa Jambhala (Dewi Rejeki, anak Dewa Siwa). Hal itu didasari oleh penemuan Arca Jambhala ketika penggalian. Jambhala digambarkan sedang dalam keadaan semedi, tubuhnya duduk bersila sementara matanya terpejam. Bagian tubuhnya dihiasi oleh unsure ikonografis (asana) berupa bunga teratai yang memiliki daun berjumlah 8 helai sebagai lambang cakra dalam tubuh manusia. Figure Jambhala di candi ini berbeda dengan yang ada di candi lainnya. Umumnya, Jambhala di candi lain digambarkan dengan mata lebar yang menatap ke arah pemujanya disertai dengan beragam hiasan yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan. Di yakni, penggambaran berbeda ini didasari oleh motivasi pemujaan, bukan untuk memohon kemakmuran, tetapi bimbingan agar dapat mencapai kebahagian sejati. Mengunjungi Candi Gampingan akan membawa kita merenungkan kembali tentang jalan yang sudah kita tempuh untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Relief yang didominasi bentuk hewan yang hidup di alam sekitarnya, bisa jadi merupakan wujud kearifan masyarakat setempat pada jaman itu dalam merepresentasikan sebuah pesan dari nirwana: untuk hidup sejahtera dan menghindar dari bencana, manusia seharusnya menjaga keselarasan dengan alam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar