Ilmu Tajwid : Defenisi, Hukum Mempelajari dan Keutamaannya

Ilmu Tajwid - Mungkin disetiap harinya kita selalu mendengar di Masjid suara lantunan ayat Al-Quran menjelang Adzan yang dilantunkan oleh para syaikh yang sungguh nyaman terdengar telinga. Kenapa bacaan Al-Quran Mereka bisa sebagus itu, enak didengar, dengan rangkaian ayat yang di kumandangkan? , ya jawabannya karena Mereka memperhatikan dan mengamalkan apa itu Ilmu Tajwid. Berikut ini coretan singkat mengenai ilmu tajwid, mulai dari defenisi tajwid, hukum mempelajarinya dan Fadhilah atau keutamaan yang dapat di ambil dari Ilmu tajwid.

Ilmu tajwid

Defenisi Ilmu Tajwid :

Lafadz Tajwid menurut bahasa artinya membaguskan. Sedangkan menurut istilah adalah : 
"Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya."
Adapun Yang dimaksud dengan hak huruf itu sendiri adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti AI Jahr, Isti'la', istifal dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa' dan lain sebagainya. 

Hukum Memepelajari Ilmu Tajwid

Hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, sedangkan hukum membaca Alquran sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu 'ain.

Jadi, mungkin saja terjadi seorang Qori' bacaannya bagus dan benar, namun sama sekali ia tidak mengetahui istilah-istilah ilmu Tajwid semisal izh-har, mad dan lain sebagainya. Baginya hal itu sudah cukup bila kaum muslimin yang lain telah banyak yang mempelajari teori ilmu Tajwid, karena -sekali lagi- mempelajari teorinya hanya fardhu kifayah. Akan lain halnya dengan orang yang tidak mampu membaca Alquran.

sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid. Menjadi wajib baginya untuk berusaha membaguskan bacaannya sehingga mencapai standar yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Dalil kewajiban membaca Alquran dengan tajwid adalah sebagai berikut:

1. Firman Allah

"Dan bacalah Alquran dengan tartil” (QS. 73:4)

Imam Ali bin Abi Tholib menjelaskan arti tartil dalam ayat ini, yaitu mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat waqof.

2. Sabda Rasulullah SAW

"Bacalah Alquran sesuai dengan cara dan suara orang-orang Arab. Dan jauhilah olehmu cara baca orang-orang fasik dan berdosa besar. Maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelahku melagukan Alquran seperti nyanyian dan rohbaniah (membaca tanpa tadabbur) dan nyanyian. Suara mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka (tidak dapat meresap ke dalam hati). Hati mereka dan orang-orang yang simpati kepada mereka telah terfitnah (keluar dari jalan yang lurus)."

Adapun alasan mengapa hukum membaca Alquran dengan tajwid adalah fardhu 'ain, Imam Ibnul Jazari mengatakan:

"Membaca (Alquran) dengan tajwid hukumnya wajib, barangsiapa yang tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa, karena dengan tajwidlah Allah menurunkan Alquran, dan dengan demikian pula Alquran sampai kepada kita dari-Nya."

Keutamaan Fadilah Ilmu Tajwid

Ilmu Tajwid adalah ilmu yang sangat mulia. Hal ini karena keterkaitannya secara langsung dengan Alquran. Bahkan dalam dunia ilmu hadits, seorang alim tidak akan mengajarkan hadits kepada muridnya sehingga ia sudah menguasai ilmu Alquran. Diantara keistimewaannya adalah sebagai berikut:

1. Mempelajari dan mengajarkan Alquran merupakan tolok ukur kualitas seorang muslim. Sabda Rasulullah SAW:

"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya "

2. Mempelajari Alquran adalah sebaik-baik kesibukan. Allah SWT berfirman dalam hadits Qudsi:

"Barang siapa yang disibukkan oleh Alquran dalam rangka berdzikir kepadaKu dan memohon kepadaKu niscaya Aku akan memberikan sesuatu yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-orang yang telah meminta. Dan keutamaan Kalam Allah daripada seluruh kalam yang selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya."

3. Dengan mempelajari Alquran, maka akan turun sakinah (ketentraman), rahmat, malaikat dan Allah menyebut-nyebut orang yang mempelajari Alquran kepada makhluk yang ada di sisiNya. Rasulullah bersabda:

"Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu masjid dari masjid-masjid Allah kemudian mereka membaca Alquran dan mempelajarinya, melainkan turun kepada mereka ketentraman, diliputi dengan rahmat, dinaungi oleh malaikat, dan disebut-sebut oleh Allah di hadapan makhluk-Nya."

Setelah mengetahaui hal-hal yang diatas, maka selanjutnya yang tak kalah pentingnya yaitu mengetahui apa tujuan dari Ilmu tajwid. Berikut sedikit tambahan mengenai hal ini.

Tujuan Mempelajari IlmuTajwid

Tujuan mempelajari ilmu tajwid adalah untuk menjaga lidah agar terhindar dari kesalahan dalam membaca Alquran. Kesalahan dalam membaca Alquran disebut dengan istilah Al-Lahnu. Kesalahan ini dibagi menjadi dua macam, yaitu :

1. Al-Lahnu ul-Jaliyyu

Adalah kesalahan dalam membaca Lafadz-lafadz Al-Quran, baik yang merubah makna maupun tidak, sehingga menyalahi 'urf qurro, seperti ketika membaca 'ain dibaca menjadi hamzah atau merubah harkat. Maka kesalahan yan satu ini apabila disengaja maka hukumnya haram.

2. Al-Lahnu ul-khofiyyu

adalah kesalahan yang terjadi ketika membaca lafazh-lafazh dalam Alquran yang menyalahi ‘urf qurro, namun tidak sampai merubah arti. Seperti tidak membaca ghunnah, kurang panjang dalam membaca mad wajib muttashil, dan Iain-lain. Melakukan kesalahan ini dengan sengaja hukumnya makruh.

sekian, ulasan saya mengenai Ilmu Tajwid : Defenisi, Hukum Mempelajari dan Keutamaannya , Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar