Mengetahui tentang Penyakit Kusta (Lepra), di dalam Ilmu Kesehatan/ Knowing about Leprosy (Leprosy), in the Health Sciences FOR GENERAL MEDICINE

Mengetahui tentang Penyakit Kusta (Lepra), di dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

1) Sebab Penyakit Kusta (Lepra). Penyakit ini disebabkan oleh basil Lepra. Di Indonesia penderita Penyakit Kusta (Lepra) banyak sekali. Menurut penyelidikan, ada kurang lebih satu juta seluruhnya. Yang diserang biasanya adalah kulit, saraf dan selaput lendir. Kecuali itu alat juga dapat diserang.

2) Gejala Penyakit Kusta (Lepra)

          Gejala lepra kulit adalah beraneka ragam warna yakni menurut tingkat penyakitnya. Yang terlihat adalah bercak pada kulit yang warnanya agak putih dan tak terasa tau bejolan pada kulit yang agak merah, terdapat mungkin di wajah, tangan, badan, dan lain-lain. Kalau saraf yang terkena, maka penderita akan kehilangan rasa nyeri, panas, dan dingin dari bagian yang bersangkutan. Gejala ini juga buruk akibatnya, karena penderita mudah sekali mendapat luka tanpda dirasakan. Bila luka yang tak terasa oleh penderita ini tak dirawat dengan baik, maka penyakit dapat menjadi hebat. Mungkin ruas jari menjadi bengkak, warnanya merah, akhirnya ruas itu akan tanggal/ lepas tanpa nyeri sedikit pun. Masa tunas tidak tidak diketahui dengan jelas. Mungkin beberapa bulan sampai beberapa tahun. Bahkan ada yang mengatakan, bahwa mungkin pula lebih dari 10 tahun. Pada dasarnya gejala Penyakit Kusta (Lepra) dapat dibagi menjadi dua golongan, yakni: lepra tertutup ( lepra tuberculoid) dan lepra terbuka (lepra lepromatosa)

a) Lepra tertututp (lepra tuberculoid). Disebut tertutup, karena pada umumnya bagian tubuh yang terserang penyakit tersebut tidak mengandung basil Kusta (Lepra). Jadi umumnya jenis ini tidak menular. Anak sekolah yang menderita Kusta (Lepra) tersebut boleh masuk sekolah, asalkan oleh dokter benar dapat dinyatakan, bahwa setelah tiga kali pemeriksaan, tidak dapat diketemukan basil Kusta (Lepra). Demikian pula halnya pada orang yang bekerja di kantor/ pabrik.

Ø Gejala Kusta (Lepra) tuberculoid dibagi menjadi tiga tingkat.

i) Tingkat Pertama: pada kulit tampak bercak yang warnanya agak putih dan tidak terasa nyeri kalau ditusuk dengan jarum atau tak terasa panas, kalau di sentuh dengan air panas. Bercak putih ini dapat dikacaukan dengan panu (panau). Perbedaannya adalah: bila panu (panau) dikerok, kulit aka mengupas dan perasaan sama sekali tigak terganggu (tetap ada). Tempat bercak putih dapat di mana-mana terdapatnya, ada yang besar, ada yang tepinya agak kemerah-merahan.

ii) Tingkat Kedua: bercak putih yang tiada terasa bertmbah banyak dan saraf terganggu, misalnya saraf lengan. Maka penderita mungkin merasa kesemutan atau hilang perasaan kulit atau mungkin lumpuh.

iii) Tingkat Ketiga: adalah gejala tingkat Pertama dan Kedua ditambah dengan lepas/ tinggalnya ruas jari tangan.

2) Lepra terbuka (lepra lempromatosa). Pada penyakit ii pada kulit terdapat benjolan yang warnanya agak kemeraha-merahan yang terdapat symmetris. Pada umumnya pad benjolan dapat diketemukan basil Kusta (Lepra). Karena inilah maka penyakitnya disebut Kusta (Lepra) terbuka, jadi adalah penyakit yang menular. Orang yang menderita penyakit ini harus diisolir. Anak yang menderita penyakit ini sudah barang tentu dilarang masuk sekolah. Golongan ini dibagi dalam tiga tingkat:

i) Tingkat Pertama: benjolan yang symmetris pada wajah, telinga, dan lain-lain

ii) Tingkat kedua: gejala tingkat Pertama ditambah dengan gangguan pada selaput lendir hidung, mulut, tekak, langit-langit kelopak mata. Rambut alis mata danrambut kelopak mata rontok.

iii) Tingkat Ketiga: wajah yang seperti singa (facies leonine)

          di samping kedua golongan besar ini, masih ada dua golongan kecil lagi, yakni: lepra bentuk indifferent. Pada golongan ini hanya terdapat bercak putih saja pada kulit, rata dan tidak terasa. Golongan keempat adalah bentuk campuran antara lepra tuberculoid dan lepra lepromatosa. Dari keempat golongan ini, yang paling banyak terdapat adalah golongan yang pertama (tubercoloid). Bagi pelajar. Gejala ini semua tidak penting. Yang perlu diingat adalah membedakan mana yang panu (panau) dan mana yang lepra. Di samping itu, sudah barang tentu cara penularan dan cara pencegahan.

3) Cara Penularan Kusta (Lepra)

          Cara penularannya adalah melalui kulit; mungkin secara langsung mungkin secara tidak langsung, tetapi biasanya pergaulan yang erat dan lama (langdurig inning contact) milsanya tidur bersama, bayi/ anak kecil terus dalam gendongan. Biasanya terdaapat oang yagn kehidupannya di bawah syarat minimal, misalnya perumahan yang buruk, rumah banyak penghuninya, nilai makanan tiap harinya rendah, dan lain-lain. Kadang ada pula hal yang menyimpang dari ini, yakni di antara suatu keluarga yang sehat dan taraf hidupnya baik pula, terdapat seorang penderita Kusta (Lepra). Dari mana di dapatnya basil Kusta (Lepra) itu tak dapat diketahui, tetapi yang pasti harus ada sumbernya.

4) Bagaimana Cara Menjauhkan Diri dari Kusta (Lepra)?

Jagalah kebersihan pada umumnya: mandi dengan sabun sedikitnya dua kali sehari (kebersihan badan), jagalah kebersihan pakaian, jagalah kebersihan rumah dan pekarangan, jauhkan diri dari sumber penularan, perumahan yang layak. Kecuali ini nilai makanan yang juga disebut karena ternyata, bahwa pada orang yangtiap harinya mendapat makanan yang bernilai tinggi, penyakit lepra boleh dibilang tidak terdapat.

Ø Tambahan: anggapan bahwa penyakit Kusta (Lepra) tak ada obatnya adalah salah. Obat ini sudah lama dipakai dan kini kadang masih dipakai pula adlaah minyak cahulmogra. Kini banyak obat baru yang mustajab, seperti: promin, diazone, D.D.S, Dapsone, T.B.S., aceprosal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar