Mengetahui tentang Penyakit Demam Berdarah (Dengue), di dalam Ilmu Kesehatan/ Knowing about Dengue Fever (Dengue), in the Health Sciences FOR GENERAL MEDICINE

Mengetahui tentang Penyakit Demam Berdarah (Dengue), di dalam Ilmu Kesehatan

 (Sumber: Soerjohardjo, Sadatoen.1986. Ilmu Kesehatan untuk Sekolah Menengah Atas. Bandung:LubukAgung.)

            Istilah ini adalah suatu istilah baru. Nama latinnya adalah “dengue”, disebut pula demam lima hari, demam tuju hari, demam sendi dansebagainya. Penyakit ini sebenarnya sudah berabad-abad dikenal di daerah tropic dan sub tropic. Penyebabnya adalah senejis virus dan penyakit menular dari seseorang ke lain orang dengan perantara gigitan sejenis nyamuk, yakni aedes. Di Indonesia, Demam Berdarah (Dengue) disebarkan oleh: Aedes aegipty dan A. albo pictus. Biasanya aedes menggigit pada siang hari.

A) Masa Tunas. Di dalam darah seseorang ang sedang menderita Demam Berdarah (Dengue), terdapat berjuta virus Demam Berdarah (Dengue). Bilaman seekor nyamuk aedes menghisap darah penderita tersebut, maka nyamuk itu dpaat merupakan bahaya bagi orang di sekitarnya. Baru 8-14 hari setelah menghisap darh yang mengandung virus tersebut, nyamuk itu dapat menularkan virus kepada orang lain. Masa tunas ini disebut: masa tunas kestrinsik.

B) Gejala Penyakit Demam Berdarah (Dengue)

            Setelah masa tunas: 5-8 hari, maka penyakit mulai secara akut, kadang per akut. Dari seseorang anak yang paginya dalam keadaan sehat dan segar bugar, pda petang harinya tidak dapat lagi melakukan pekerjaan atau kegiatan apapun, karena terserang rasa nyeri yang sangat di tulang belakang dan tangkai bahwa dan penderita merasa sakit keras. Suhu badan meninggi dengan sepat, sampai 40-41 derajat Celcius. Juga dirasakan  sakit kepala yang berat dan nyeri di belakang bola mata, apalagi pada waktu menggerakkan bola mata tersebut. Gejala terakhir ini kadang-kadang 6-18 jam sebelum timbul demam sudah ada. Selaput kelopak mata dapat menjadi bengkak dan pendierta silau terhadap cahay dan kadang cucurkan air mata. Bersamaan  dengan meningginya suhu badan, sering terdapat bercak halus pada kulit, berwarna kemerahan. Bercak ini mudah dilihat pada permukaan kulit muka dan dada. Dalam waktu beberapa jam bercak ini menghilang. Pada hari ketiga, suhu badan menurun, tetapi tak lama kemudian meninggi lagi sampai setinggi demam sebelumnya, kadang-kadang lebih. Pada hari ketiga sampai keenam timbul lagi untuk kedua kalinya bercak yang bentuknya lebih besar dan berwarna ungu. Di atas bercak ini timbul banyak nokta kecil berwarna merah yang biasanya terdapat di kulit dada, sisi badan, tangan, lengan bawah dan akhirnya menyebar ke seluruh tubuh. Kulit muka agak tidak beberapa terserang. Karena gejala kulit inilah maka penyakit disebut Demam Berdarah (Dengue). Pada hari kelima sampai keenam, biasanya suhu badan menurun dengan cepat, disertai dengan keringat banyak. Gejala Demam Berdarah (Dengue) tidak terlalu menunjukkan yang sama seperti di atas. Kadang haya terdpat demam saja, tanpa disertai bercak di kulit; kadang perjalanan penyakit amat ringan sehinggatidak dipikirkan adanya Demam Berdarah (Dengue). Tetapi dari hasil pemeriksaan laboratorium dapat dinyatakan bahwa penyebabnya adalah virus Demam Berdarah (Dengue). Pada umumnya penyakit Demam Berdarah (Dengue) dianggap penykit ringan dan tidak membawa kematian. Akan tetapi sekali kitatemui adanya korban yang disebabkan karena keadaan umum pasien sebelumnya memang sudah lemah atau karena diiringi komplikasi penyakit lain.

Ø  Tambahan: di Indonesia, Demam Berdarah (Dengue) terdapat dalam bentuk endemic. Sekali dalam 10 sampai 20 tahun, Demam Berdarah (Dengue) ini dapat menjadi eksplosif sehingga menyerupai suatu epidemic. Pada tahun 1922, di Texas, Amerika Serikat, terjangkit epidemic Demam Berdarah (Dengue) yang menyerang setengah juta peduudk; di Yunani, pada tahun 1927-1928, menyerang satu juta penduduk.
Seseoragn yang sudah pernah menderita Demam Berdarah (Dengue) menjadi kebal terhadap penyakit tersebut untuk beberapa waktu.


Pencegahan: adalah membasmi sarang aedes, pada dasarnya seperti pada pencegahan terhadap malaria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar