KONSEP KESELAMATAN, KEAMANAN DAN PENCEGAHAN INFEKSI

PENGERTIAN
Keselamatan adalah suatu keadaan seseorang atau lebih yang terhindar dari ancaman bahaya / kecelakaan. Kecelakaan merupakan kejadian yang tidak dapat  diduga dan tidak diharapkan yang dapat menimbulkan kerugian, sedangkan keamanan adalah keadaan aman dan tentram.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESELAMATAN & KEAMANAN
Usia
Gaya hidup
Status mobilisasi
Gangguan sensori persepsi
Tingkat kesadaran
Status emosional
Kemampuan komunikasi
Pengetahuan pencegahan kecelakaan
Faktor lingkungan

MACAM-MACAM BAHAYA / KECELAKAAN
DI RUMAH:
Tersedak
Jatuh
Tersiram air panas
Jatuh dari jendela/tangga
Terpotong
Luka tusuk/luka gores
Luka bakar
Tenggelam
Terkena pecahan kaca
Terkunci dalam kamar
Jatuh dari sepeda
Keracunan
DI RUMAH SAKIT:
Mikroorganisme
Cahaya
Kebisingan
Temperatur 
Kelembaban
Cedera/jatuh
Kesalahan prosedur 
Peralatan medik
Keracunan inhalasi
injeksi
Elektrik syok
Asfiksia
Kebakaran
Radiasi

Sembilan solusi keselamatan Pasien di RS (WHO, 2007):
Perhatikan nama obat, rupa dan ucapan mirip (look-alike, sound-alike medication names)
Pastikan identifikasi pasien
Komunikasi secara benar saat serah terima pasien
Pastikan tindakan yang benar pada sisi tubuh yang benar
Kendalikan cairan elektrolit pekat
Pastikan akurasi pemberian obat pada pengalihan pelayanan
Hindari salah kateter dan salah sambung slang
Gunakan alat injeksi sekali pakai
Tingkatkan kebersihan tangan untuk pencegahan infeksi nosokomial.

Pencegahan kecelakaan di Rumah Sakit :
Mengkaji tingkat kemampuan pasien utk melindungi diri sendiri dari kecelakaan
Menjaga keselematan klien yg gelisah selama berada di tempat tidur
Menjaga keselamatan klien dari infeksi dgn memprtahankan tehnik aseptik
Menjaga keselamatan klien yg dibawa dgn kursi roda.
Menghindari kecelakaan:Mengunci roda kereta dorong saat berhenti, tempat tidur dlm keadaan rendah dan ada penghalang pd pasien yg gelisah,bel berada pada tmpat yg mudah dijangkau, meja yg mudah dijangkau, kereta dorong ada penghalangnya
Mencegah kecelakaan pd pasien yg mengunakan alat listrik mis;suction, kipas angin, dll.
Mencegah kecelakaan pd klien yg menggunakan alat yg mudah meledak spt; tabung oksigen dan termos
Memasang label pada obat, botol,dan obat2an yg mudah terbakar
Melindungi semaksimal mungkin klien dari infeksi nosokomial spt penempatan klien terpisah antara infeksi dan non-infeksi 
Mempertahakn ventilasi dan cahaya yg adekuat
Mencegah terjadinya kebakaran akibat pemasangan alat bantu penerangan
Mempertahankn kebersihan lantai ruangan dan kamar mandi
Menyiapkan alat pemadam kebakaran dlm keadaan siap pakai dan mampu menggunakannya
Mencegah kesalahan prosedur ;identitas klien harus jelas.

PENCEGAHAN INFEKSI:
1.Asepsis atau teknik aseptik adalah semua usaha yang dilakukan dalam mencegah masuknya mikroorganisme ke dalam tubuh yang mungkin akan menyebabkan infeksi.
2.Disinfeksi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan hampir semua mikroorganisme penyebab penyakit pada benda–benda mati atau instrumen. Misal: lisol, savlon, bethadin
3.Sterilisasi adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit), termasuk endospora bakteri pada benda-benda mati atau instrumen. Misal: merebus, dg bahan kimia (alkohol, sublimat, uap formalin), dg cara panas kering

TINDAKAN PENCEGAHAN INFEKSI:
Cuci tangan
Memakai sarung tangan
Memakai perlengkapan pelindung
Menggunakan asepsis atau teknik aseptik
Memproses alat bekas pakai
Menangani peralatan tajam dengan aman
Menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan serta pembuangan sampah secara benar.

ASUHAN KEPERAWATAN

Pengkajian:
Data Subyektif: pernahkah klien jatuh, mengalami patah tulang, pembatasan aktivitas, dan sebagainya. Perhatian terhadap tanda bahaya, tindakan pengamanan anak atau bayi di rumah, status imunisasi, pengertian dan pemahaman klien tentang kesehatan dan keamanan.
Penyakit akut, kondisi post operasi, kesulitan penglihatan, kesulitan pendengaran, arthritis, orthostatik hipotensi, tidak dapat tidur, pusing.
Gangguan Kognitive, seperti: penurunan status mental (kebingungan, delirium, dimensia, kerusakan orientasi orang, tempat dan waktu)
Kondisi lingkungan, seperti: adanya restrain, kondisi cuaca atau lingkungan, pencahayaan, kelembaban, ventilasi, penataan lingkungan.
Anak-anak, seperti: umur dibawah 2 tahun, penggunaan pengaman, penataan ruang, penggunaan mainan.

Data Objective:
Sistem Neurologis:Status mental, Tingkat kesadaran, Fungsi sensori, Sistem reflek, Sistem koordinasi, Test pendengaran, penglihatan dan pembauan, Sensivitas terhadap lingkungan
Sistem Cardiovaskuler & Respirasi: Toleransi terhadap aktivitas, Nyeri dada, Kesulitan bernafas saat aktivitas, Frekuensi nafas, TD & denyut nadi
Integritas kulit: Inspeksi terhadap keutuhan kulit klien, Kaji adanya luka, dan lesi, Kaji tingkat perawatan diri kulit klien.
Mobilitas: Inspeksi dan palpasi terhadap otot, persendian, dan tulang, Kaji range of motion klien, Kaji kekuatan otot klienkaji tingkat ADLs


DIAGNOSA KEPERAWATAN:
Risiko injuri
Definisi: Kondisi dimana pasien berisiko mengalami injuri akibat hubungannya dgn kondisi lingkungan, adaptasi, dan sumber2 yg mengancam

Kemungkinan sehubungan dengan:
Kurangnya informasi ttg keamanan
Kelemahan
Ggn kesadaran
Kurangnya koordinasi otot
Epilepsi
Episode kejang
Vertigo
Gangguan persepsi

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada:
AIDS
Dimensia
Pengobatan barbiturat,hallosinogen.
Epilepsi
Penyakit pendarahan

INTERVENSI
1Cek keadaan pasien setiap jam dan berikan penghalang pada t4 tidurnya
2Cek vital sign setiap setiap 4 jam dan kepatenan saluran pernapasan
3Jangan tinggalkan obat yg dekat dgn tempat tidurnya
4Siagakan alat2 emergensi spt suction dan intubasi pd tempatnya
5Kunci roda tempat tidur
6Posisi kepala lebih tinggi
7Berikan penerangan yang cukup pada malam hari
8Bantu pasien dalam pergerakan/ aktivitas ke toilet
9Lakukan kajian keadaan kulit pasien dan gunakan tempat tidur khusus utk mencegah dekubitus.

Risiko tinggi infeksi:
Sehubungan dengan :
Tidak adekuatnya pertahanan primer 
Kerusakan jaringan
Terpaparnya lingkungan yg terkontaminasi penyakit
Prosedur invasif
Malnutrisi
Penyakit kronis

Kemungkinan data yg ditemukan:
Kondisi kulit
Nilai laboratorium
Pemakaian alat2 invasif

Kondisi klinis kemungkinan terjadi pada :
AIDS
Infeksi bakteri dan virus
Kondisi setelah operasi

Tujuan yg diharapkan:
Pasien dpt menunjukkan penurunan infeksi
Tidak ada tanda2 infeksi

INTERVENSI:
1Monitor tanda vital setiap 4 jam
2Gunakan metode pencegahan infeksi
3Pertahankan diet adekuat,vit C dg control adanya tablet Fe
4Catat hasil laboratorium
5Monitor pemberian antibiotik dan kaji efek sampingnya
6Inforamsikan ttg efek pengobatan
7Lakukan tehnik steril.
8Lakukan penkes ttg : Pencegahan dan penularan penyakit, Tanda dan gejala infeksi, Hidup sehat









Tidak ada komentar:

Posting Komentar